Langit pun brduka , bukan sebuah nada rasa , namun sekedar penawar luka terinjak , saat mentari tenggelam di penjuru pandang ..
Hidup laksana pertautan pilihan , terkadang lelah tuk yakinkan angkasa penuh warna , pertempuran di akhiri tangis dan jeritan , ini sebuah dilema ..
Semua terbakar , saat kepalsuan ta sepadan dengan kenyataan , DOZA TERMANIZ buat isak tawa bergejolak , menghabizkan bulan dengan penantian , tetap berdiri kawan ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar