Hari telah gelap , seusai senja yg baru saja terlewat . Imanuel Noeur , ya itulah namaku , nama seorang aku yg mulai sedikit mengantuk di dalam kamar . sekali itu terdengar NOEUR terpanggil dari ruang tengah dengan lantangnya . suara khas itu punya ibuku , bergegas aku menghampirinya . " ada apa bu ? " , tanyaku pada ibu . " tolong belikan sebungkus rokok ayah , ini uangnya " jawab ibu . sepele memang , namun dalam malasku aku ga bisa tuk menolak . berangkatlah aku walau hati sedikit menggerutu .
Berjalan menuju warung sekitar 500meter ku tempuh , sebuah TPA terlewat , bau menyengat , dalam benak terlintas sebuah tanya , " apa ada sesuatu yg mungkin berharga di tempat yg terlihat kumuh ini ? " . hah , acuhku tentang hal itu dan aku meneruskan langkah . tibalah aku di warung , sebungkus rokok ku beli , karena hanya itu memang perintah ibu , dan aku segera kembali pulang . ku lewati lagi TPA itu , langkahku sedikit melambat , entah mengapa aku ga tau pasti . mata ku yg terbiasa jelalatan tiba2 tertuju pada sebuah benda di tumpukan sampah2 yg menjijikan , tampak sebuah koper , dan entah mengapa pula aku malah tertarik untuk mendekatinya . langkah pun terhenti di hadapan tumpukan sampah tersebut . yaps , koper itu nampak begitu menarik , terlebih setelah aku menengok2 ke kanan dan kiri yg sepi , tangan ini seolah dengan refleknya menjangkau koper tersebut yg kemudian ku bawa pulang .
Sesampainya di rumah aku menyerahkan rokok pada ibu , uang kembalinya serta , karena aku adalah anak jujur ( somsenya mulai , he2 ) . dan kini balik lagi sama koper yg tadi , ibu ga tahu , karna sebelum masuk kerumah aku telah lebih dulu menceploskannya ke kamar lewat jendela ( aku memang cerdik , ting2 ) . di dalam kamar ku buka koper tersebut , TIBA-TIBA ...... ternyata eh ternyata , setengah rasa ga percaya , sekoper tersebut isinya uang . sejuta , dua juta , tiga juta , lebih , bahkan aku lupa telah menghitungnya berapa banyak . sampai2 di semalam itu aku tertidur di tumpukan uang dan uang .
Keesokan harinya ketika aku terbangun dari tidurku , rasa kaget ku terulang kembali di saat aku melihat uang2 tersebut memang ada dan kian berserakan di seruang kamarku . hati memang serasa ga percaya , namun saat itu pula dalam benak terlintas pemikiran " untuk apakah uang ini ?" . semakin pusing pula aku berpikir dan memikirkannya , maka aku putuskan kalau aku akan pergi tamasya ke Bali bersama keluarga ku ( karena itu memang angan2ku lampau ) . ya , ku jelaskan perlahan tentang cerita uang tersebut dan anan2ku pada ibu dan ayah . seperti halnya sebuah dongeng , entah mengapa pula ibu dan ayah meng_iya_kan keinginanku begitu saja tanpa ada sekiranya pertanyaan atas canggung yg mungkin hadir dari ceritaku .
Tiba2 dan tiba2 , ga tau kenapa , padahal dalam cerita ku ini ga tersedia next button . yg terjadi kemudian seolah2 semua latar berubah , kini yg ku pikir aku tengah berada di bandara . terduduk di antara ramai menanti jam terbang yg tinggal beberapa puluh menit lagi . ayah dan ibu di sebelahku , sejumlah barang bawaan begitu meyakinkan aku jikalau aku memang hendak berpergian jauh . " dimana kita dan hendak kemana kita bu ? " , tanyaku pada ibu mengisi seluang waktu . " kita di bandara nak , seperti yg kau bilang kemarin , kita akan bertamasya ke bali " , jawab ibu dengan secuplik senyum yg ku pikir itu aneh .
Ya_ terjadi lagi , seketika itu tiba2 aku sudah didalam perut pesawat . aku duduk di bangku shap ketiga paling pojok dari belakang , " ku pikir ini sih di ekor bukan di perut , ha3 " , benakku seolah melambung setinggi pesawat yg mengantarku ini . pemandangan yg ga habis2nya ku ratapi dari balik jendela pesawat , membuatku sekan kehilangan jemu menanti pendaratan ku di pulau dewata yg selalu ku impi2kan . lima menit , sepuluh menit , lima belas menit dan lagi2 aku kehilangan pandangan ku .
Aku mulai mencoba membuka mata ku yg terasa begitu berat terpejam , perlahan dan perlahan , belum belum terbuka seutuhnya aku malah seperti mendengar keramaian itu mendekat . obrolan , tawa , teriak dan bahakan yg tiba2 semakin nyata terdengar . dan aku memaksa segenap energi yg ada untuk membuka mata , lagi dan lagi dan akhirnya mataku terbuka . tersentak aku , terkejut di taburi segala rasa ga percaya , masih dan masih ga percayanya aku mengucek kedua mata ku kasar , kemudian ku buka lagi , ku tutup lagi dan dengan sesingkat tarikan nafas aku membukanya lagi . " pantai , pantai , ini sanur bali .. ga , tapi , iya ini sanuar bali ! " , aku menggerutu setengah lirih coba meyakinkan apa yg ku lihat . nampak nyata , seperti yg sering ku saksikan di televisi , ini pantai sanur Bali . aku terbahak , berjingkrak , dan seketika itu aku berlari menghampiri sekumpulan ombak2 di hadapku . berteriak saking girangnya aku , " ha3, aku sampai di bali !!!!!!!!!! " . hilang semua imajinasi serta pikir2 yg biasanya menjadi karakterku , semakin ketengah pula aku membasahi sekujur badan dengan air laut di pantai ini . serasa secepat kilat , ga tahu pula apa yg terjadi , tiba2 hilang pijakku dari pasir yg ku tapaki , sebelumnya aku memang ga bisa berenang , aku terseret , ya aku terbanting sekian ombak yg serasa berubah tujuh kali lipat , aku merontah , berpegangan pada apa aku terus berpikir , aku tenggelam dengan sekujur badan terbasahi .
Hitam , nampak sebuah sinar terang menyapaku , dan aku terbangun . yg ku lihat di hadapku adalah ibu dengan gayung merah muda di tangan kanannya . " banguuuun , jam berapa ini , macam apa pula kau tidur sambil merontah2 seperti orang kesurupan tadi " , teriak ibuku dengan frekuensi megaHZ nya . ibu pun lantas keluar dari kamarku , dan sepertinya aku mulai sadar kalau Goes to Bali tadi hanya mimpi , ha3 . ( hari gini ada orang yg buang uang sekoper ,,,,, ha3 ngimpi !!!!!!! )