Teks , bukan ayat , dan sekumpulan teks ini bukanlah teranggap
kitab . ini hanya kalimat yg terbuat , bukan saduran atau terjemahan yg kian
hari makin menyesatkan ( di persalahkan ) . mungkin ini selembaran kisah
kesaksian , secara akalku menatap dan mencerna segala peristiwa , yg hadir ,
dan aku terima .
Lebih indah berbicara soal hikmah , dari pada berceloteh
tentang baiknya dunia yg ga pernah ada ujungnya . aku bukan nabi ( apalagi
Tuhan ) , aku ga berharap eksistensi , terlebih saat aku Nampak ga berhak layak
sebagai sebuah konteks yg mungkin indah di dalam sejarah .
Aku mencari , aku menjejaki setiap teksis megah sebagai teori tentang perbekalan masa
depan . namun inspirasi yg beruntun menghampiri , malah terpikir menjerumuskan
aku sebagai mahluk dalam jeratan duniawi .
Maka perkembangan seperti apa ? ( di saat orang2 tua kian
melupakan anaknya ) . mata yg semakin jauh , telinga , hidung , mulut bahkan
pemikiran yg semakin melenceng dari
prosedur ( kodrat ) . ya_ prosedur ga lepas dari sebuah landasan , landasan yg
bukan sekedar fakta ilmiah , atau koreksian atas apa yg di persalahkan ( rancu
, sanksi , atau plinplan alias ga konsisten ) , namun realita berlogika .
Fanatik pun tidak , setidaknya kala aku di lahirkan oleh
ibuku , aku telah mendapat sebuah anugerah yg luar biasa . bukan serupa tahta
atau pun kasta , namun sebuah agama . serangkai peristiwa , pra lahir ,
kelahiran , kanak2 , baligh , dewasa , miskin , kaya , keadaan , tua , sehat ,
sakit , cacat , mati , sesudah kematian , sesudah kehidupan , beserta hak juga
kewajiban .
Semoga aku kelak ga menjadi seorang anak yg salah bermimpi (
wahai Tuhan ) .