Total Tayangan Halaman

Kamis, 17 November 2011

Surat buat Tuhan

Aku telah mencoba menemui mimpiku , ternyata mimpiku saat itu ga menjanjikan ku harapan , tentang mu ( Tuhan ) juga tentang ku . buntu , aku ga jua tau , bahkan di antara mereka ga ada yg tahu siapa aku sebenarnya . seorang pecundang yg tengah putus asa dan melakukan tindakan bodoh karena mengharapkan keajaiban datang tanpa ada sebuah gerakan ( bahagia yg ku harap datang ga pernah datang , dan ga mungkin datang ) .
Kondisi yg menyebalkan , walau sebenarnya ku pikir tubuh ini memang sehat . namun entah apa yg terjadi , mungkin kehilangan mimpi . karena sebelumnya setiap kali aku melakukan pilihan , hasilnya aku selalu merasa sendiri .
Tuhan , masih pantaskah aku , satu hal kecil saja , bukan tentang kemewahan , atau harta yg berlimpah , namun sebuah petunjuk , agar aku dapat meyakinkan niatku , juga dapat menjadwalkan diriku dengan benar . Tuhan , mungkin ga ada manusia yg hidup selama-lamanya , namun di dalam kesementaraan ini , bolehkah aku berada di dunia ini untuk bahagia . aku ga merasa haru , aku ga jua merasakan sedih , masa lalu mungkin sudah takdirku , dan segala yg akan terjadi setelah ini ku serahkan padamu .
Aku memang ga berpengalaman , aku bemimpi , aku ga mau lari dari kenyataan , aku akan tunjukan pernyataan2 baru ( mungkin yg tadinya memalukan , dan di remehkan ) , aku ga mau membalas kekecewaan atas sebuah kepercayaan yg hadir begitu indah .

Tidak ada komentar: