Tempat yg aneh
Aku memang ga pamit ,
kehilangan , mereka , kecupan perawan , dan air yg setengah ada dalam gelasku
sengaja ku abaikan . langit itu luas menghalang , hanya beberapa pohon tinggi ,
lenyap di ujung pandang . bukan maksudku melupakan , namun perbandingan ,
dimana garis2 awan itu lekas ku balikan , dan sisa2 perasaan ada itu ku
hancurkan , tenggelam , dan semoga aku ga pernah lari dari asa ku , juga nafas2
hidupku .
Kupacu liar
kehidupan , aku lepas dan melepaskan ,
segala sesakan .
Di tempat ini
, di tempat yg gersang nya terasa begitu panjang , di tempat yg sekalinya hujan
berkesan tiada berperasaan .
Di tempat ini
, di tempat yg jalan , jembat , pantai , dan seni nya teramaikan , pikuk
menjadi alasan .
Di tempat ini
, di seberang gunung di arah selatan , di pantai itu , ombak terasa begitu
tinggi , menampar , dan pasir2 api memaksa ku terus membungkus kepala jua kaki
.
Di tempat ini
, tempat dimana orang2 rumah serasa ga berkawan , mengiring cacian , dan
simbol2 mimik penuh cercaan .
Di tempat ini ,
di tempat yg pagi hari nya datang lebih awal , dan hangat kopinya ga semeriah
kicauan alang di sisi padi yg berhijauan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar