Awal cerita bermula dari sebuah kisah yg mungkin kalo kalian denger zadul banget dah , kisahnya seperti ini , suatu ketika seorang ia berjalan dengan sang ayahanda yg hendak menuju suatu tempat , mereka berjalan , dan setelah sekian jauh lurus berjalan mereka menemui sebuah percabangan , seorang ia berucap pada ayahanda nya untuk mengambil jalur sebelah kiri , tanpa penjelasan sang ayahanda pun menuntun seorang ia mengambil jalur sebelah kanan , seorang ia pun merasa dongkol , namun sambil terpaksa seorang ia mengikuti tuntunan sang ayahanda . ya setelah beberapa saat kemudian mereka meneruskan perjalanan , sebuah fatamorgana tentang jalur sebelah kiri di munculkan , dimana mereka yg melalui jalan tersebut berhadapan dengan sebuah jurang yg teramat terjal di gambarkan . seorang ia pun menyaksikan dengan ke dua matanya , dan kemudian sang ayahanda berucap tuk segera lanjutkan perjalanan .
Mereka pun berjalan kembali dan setelah beberapa waktu mereka berjalan , mereka kembali menemui percabangan , kali ini di ke dua muka jalur terdapat pemandangan yg berantonim , muka jalur kiri adalah segambar jalan yg di tepiannya terdapat pohon2 yg rindang , sungai kecil yg air nya nampak begitu jernih , dan terdengar pula kicawan merdu burung2 yg seolah memanggil dan memenggil . lain halnya dengan jalur sebelah kanan yg tergambar hanyalah sebuah jalan yg begitu tandus berdebu , begitu gersang , terlebih begitu dan begitu ga nampak seperti sebuah jalan yg terlihat nyaman . dengan segenap persepsinya seorang ia pun kembali meminta pada sang ayahanda untuk mengambil jalur kiri , dan seperti di ulang sang ayahanda yg tanpa penjelasan berucap bahwa mereka akan mengambil jalur kanan . ga habis pikir , seorang ia yg mulai menggunjing , mempersalahkan serta tawarnya , namun tanpa sepatah kata pun sang ayahanda tetap berucap bawasannya mereka akan tetap menempuh jalur sebelah kanan . geram memang geram , namun perlahan penuh paksaan seorang mengikuti sang ayahanda .
Keringat yg nampak jatuh menetes dan menetes terus membasahi pakaian , tangis yg seorang ia coba sembunyikan tetap dalam langkahnya mengikuti sang ayahanda , dan seketika rasa lelah seorang ia hampir ga tertahankan , fatamorgana tentang jalur sebelah kiri pun hadir sekali lagi , yg tergambar disana adalah orang2 yg melalui jalur tersebut tersesat dalam penjara hutan , satu per satu dari mereka pun mulai tewas dalam terkaman hewan buas , satu , satu dan nampak sekian banyak dari mereka mulai menghilang di telan kegelapan .akhirnya seorang ia yg sewajah ga kuasanya menggigit jemari saat menyadari mulai semakin bergegas manempuh langkah , rasa takutnya membuat seorang ia menghimpit jarak dari ayahanda agar ga tertinggal , dan kemudian tibalah mereka di tujuan .
Ya , ini sebuah pejalanan , bahkan jauh sebelumnya kala aku mulai mulai mengetik entri2 di blogs ku ini hanyalah , sekedar tuk mengingatkan , bawasannya aku pernah terdampar dalam sebuah keadaan yg bijak. suatu ketika disaat dewasa menawarkan beribu pilihan yg menghadirkan seribu pengharapan , dan kemudian sesuatu yg aku prediksikan matang malah meleset dari apa yg telah ku bayangkan . kemenangan yg ga ku dapati , keberuntungan yg seolah ga berpihak , dan tiba sebuah perasaan tentang jalur yg aku lewati kini terkadang tersesali .
![]() |
| Add caption |
SIKONTOLPANJANG , maka lihatlah SItuasi di depanmu , sesungguhnya apa yg ada memanglah sebuah KONdisi yg sebenar2nya mampu kau atasi , bukankah kau telah punya sekian TOLeransi bijak tentang keadaan ini , gali PANdangan yg lebih luas tentang bagaimana arah kedepan beserta segenap resiko yg mungkin terjadi , dan intinya ya kau adalah engkau dengan JANGkawan atas setiap mimpi yg kau inginkan .
Tersenyumlah , dewasa tuh ya jentel , buang pesimis , sedikit kecewa mungkin manusiawi , tetap optimis dan yakin jika masih banyak jalan untuk takhlukan mimpi2 malam . nikmatin hidup karena belum tentu orang lain mampu di posisi ini . satu lagi , pikir ! bayangin kalau semua manusia tiap ada kompetisi menang , rasanya ga bakal seru deh dunia ini , he3 .









