Total Tayangan Halaman

Rabu, 15 Agustus 2012

Penantian

Nafasku adalah penolakan ,
hari2ku adalah kegagalan ,
mimpiku hanyalah kebuntuan ,
dan khayalanku hanyalah tertawaan ..

Semudah itu Tuhan mengambil segalanya ,
mungkin , itu memang sudah menjadi hak

rumus keberuntungan hanyalah catatan ,
bukan juga sebuah legenda , hanya , dan cukup tanpa terusan ..

Peluang baik itu punya Tuhan,
dan kesiapan itu juga punya Tuhan,
jadi
langkah memang sudah suratan

aku , dan Tuhan..

Baru atau hanya bisa berpuisi

Kau tidak perlu membuang waktumu untuk sekedar mencariku

karena seandainya kita berkesempatan utk bertemu pun,
mungkin kau akan menjadi ragu

aku tumbuh tanpa akar tunjang , yg membuatku tertanam tanpa terpindahkan

aku tumbuh tanpa buah terlihat , ditepian dahan , diantara ranting2

aku tumbuh seperti ubi jalar , merambat semaunya dan tak tampak sang umbi terlihat ..

Kita memang sama2 di bumi ,
di bawah atap langit tak bertiang ..

Kita memang sama2 berwajah ,
tapi diantara wajah2 itu takkan pernah kaw temukan ..

Kita memang sama2 berakal , tapi diantara teksis , nadaku takkan terlogika

dicerna pun kaw takkan mengerti
dibaca pun jawabnya malah pertanyaan

it's me ..

Berapa umurku sekarang ?

Sesungguhnya , rokok bisa habis 3 bungkus sehari ..
Sesungguhnya , kopi bisa habis 7 gelas sehari ..
Sesungguhnya , tidur 6 jam sudah berasa kebanyakan ..

Satu hari terasa seminggu
satu minggu terasa sebulan
satu bulan terasa setahun
satu tahun terasa seabad

entah samakah volume oksigen yg dihirup org lain per detik dengan paru2ku ..

Entah samakah denyut nadi rata2 manusia biasa dengan punyaku ..

Cahaya redup di Mata ini seolah tajam sekali,
suara lembut di telinga ini seolah bising sekali,
wangi sedikit di hidung ini seolah rumit sekali,
manis setitik di lidah ini seolah berlebihan sekali,
dan sentuh sehelai di kulit ini seolah dalam sekali ..

Mereka hitung satu , aku sudah tujuh ..

Aku, aku, aku ..

Ikan laut dikalengin

Domba hanyalah domba , seandainya bertaring dan berkuku tajam

panjang lebar pun jawabnya cuma 3 huruf
IYA
Habis itu
EMANG , MAU JAWABNYA APA
Habis itu
MAAF
Habis itu
YAWDAHDEH AKU TIDUR DULUAN

kenapa semua sinopsis kisah cuma contoh?
Kenapa bukan serupa solusi mengenai sebab-akibat sebuah perkara

kenapa cuma diam
padahal berada di serambi kemunafikan yg membuatmu aral ..

Katanya keberhasilan itu karna upaya yg ulet dan sungguh2
katanya yg menentukan itu adalah Tuhan
lantas siapa Tuhannya ?

Mental pengemis , mental pekerja keris ,
mental pembisnis ,
ataukah mental penjudi sadis ..

Feeling yg datangnya tiba2
ataukah insting dimana rasa peka mahluk terasah sendirinya ..

Ibuku tak hamil tabung

Emansipasi
realnya sekarang banya wanita lebih sukses dari pria

mulanya mereka pikir
saat pria sukses kemudian bertingkah

akhirnya dendamlah yg hadir
persamaan derajat

akhirnya wanita banyak yg sukses
dan setelah itu tingkahnya lebih2 dari pria

bahkan satu temuan
seorg wanita metropolis pernah berkata
" kenapa mau dinikah sirih , nanti kan kalau cerai ga dapet apa2 , ga bisa nuntut pula "

trus apa bedanya pernikahan dengan BISNIS kalo gitu ..

Pria salah , malah di balas dendam
trus kapan udahannya?

Pria salah , malah didiamkan ..
Yg penting ga ikutan salah ..
Salah kaga egois iya,
Trus komunikasi baik itu apa ?
Trus kenapa Tuhan menciptakan manusia saling berpasangan ?


Memang , kadang udah di coba
tapi ga ubah hasilnya

trus kalo di film perang tapi ga ada musuhnya ,
apa seru ?


Mengandung bukan hal mudah memang,
bawa ransel beban sekilo aja kalo seharian ya pegel ,
apalagi 9bulan ,
eh wanita2 sukses yg di jepang sana pilih hamil tabung biar ga ribet .

Trus apa fungsi rukun iman qodo dan qodar ?
Takdir ..

Oia , Tidak sedikit pria muda berpersepsi kalau wanita jaman sekarang pada kaga bener ..

Tapi bukankah itu memang sudah sejak dulu
sejak jamannya para nabi

mungkin itu pula alasannya yg jadi iman adalah pria,
dan mungkin pertikaian dendam berlingkar diatas mengalasankan manusia dipasang2kan ..

Kesimpulannya ,
ibuku wanita biasa ,
kampungan malah ,
tapi beliaw sudah sekeras coba membesarkan anak2nya dengan cinta ..
BUKAN DENGAN UANG ..

Terima kasih Tuhan ,
jika kelak punya 2 ibu nanti pun , aku ingin sekali buat mereka bahagia .. AMIEN

Sistem pembodohan

Semua manusia di kasih sama Tuhan (arrahman)
tapi tidak semua manusia belum tentu di sayang (nirrohim)
kalau gitu Tuhan tidak adil

tak pandai kah dia membaca
hingga saat ku perhatikan dia memang tak mengerti apa2

sistem yg salah
oh econocentrisme
yg bodoh di perdaya yg pintar ( dibuat miskin lagi rendah diri )
dan yg pintar diperbudak oleh syetan ( egois dan tak jauh berperasaan )

lingkaran syetan
dan manifulasi licik diatas segala keterbatasan

mereka bilang
ini perkembangan zaman
perkembangan menuju kehancuran

hey pemberontak , masih sabarkah kaw menunggu ?

Maaf untuk setetes sperma

Dan ternyata
ber'iring ribu sindir , tak pernah buatnya berpikir

dia tidak mengerti puisi ,
mungkin juga makna karya2 sadur'ku ..

Mungkin terlalu dalam
karna semacam bahasa langit ku ucapkan ..

Masa lalu bukan utk dilupakan
tapi di pelajari
dan masa depan bukan utk saja terhadap
tapi utk di persiapkan

memang,
(ilezrazputind) bukanlah kamu
bukan seumpama tapakan jalan yg telah kau tempuh

tapi tentang aku
si pecundang

Bring your believe , and it's enough ..

Berkacalah di jamban !
Renungilah ,
sebab tak ubah bedanya dirimu itu ..
(ilezrazputind)

" aku ini dirimu ! Pecundang "

maka bersujudlah aku dihadapmu ,
sambil menjilatkan lidah di angkuh kakimu ..

Yg ku ingin tak ada bedanya ,
selain tidak menyembah pada sesama mahluk ..

Biar ..
Maka biarlah ..
Biar aku menjadi aku , tanpa sesal ..

Tak lupa ku panjatkan do'a ,
pada dunia yg telah jauh membawa ..

Suaraku takkan pernah hilang ,
walaw tersapu angin terseret arus ,
sampai nanti
sampai hari tak bertepi

Aku vs tembok besar ratapan

Nadaku merambat pelan ,
mungkin
suara zaman kelak menghapusnya

aku tak bermaksud menyesali diri
mereka bilang ini perjalanan

disaat ,
angkuh kaki sang waktu menginjak2 ku dengan seribu kekalahan ..

Sekali , dua kali , bahkan sampai tidak terhitung kini

berharaf matahari terbit dari utara ,
tapi akankah ?
Kemudian ,
terkadang aku malah benci mulutku saat mulai berucap tentang sesuatu yg gaib ..

Rasanya ,
saat aku mencoba jujur pada perasaanku sekarang ,
aku memang sangat merindukanmu (Tuhan)

Pengemis di lacur

Jatuh
dalam kesendirian
terpikir ga ada seorg pun yg sanggup nemenin w ..

Lukisan hanyalah lukisan
tanpa bingkai beralas tepi

lagu lagu hanyalah lagu lagu
omong kosong
tiada berkepastian

lantas kenapa?
Mereka bilang " jgn belajar sendiri "

seolah otak ini lebih lapar dari labirin , lebih haus dari pankreas ..

Lagi2 ,
w melihat mereka tanpa cahaya
apa itu salah?
Apa w ini punya sensor indra yg terlalu sensitif ..

Jika sama
dan harus menjadi sama
maka dimana
(ga ada seninya)

sementara negeri ini nyatanya teramat kikir utk sang penyair ..

Cinta vs uang
dunia vs akhirat

kemudian w masih di halaman ini
mencaci
kontradiksi ketimbang w coba tenang dengan spatu w yg sudah ga layak pakai

urght ..

Peperangan tiada akhir

Sungguh aku tidak menyangka , sekilas , mereka tampil baik2 saja .
Hampir 6th mereka berumah tangga , tapi akhirnya berantakan pula .
Aku juga tak tahu kenapa Tuhan seolah memaksaku menyaksikan , perseteruan , yg sbenarnya bukan masaku .
Tak bisa di pungkir , ekonomi yg minim , temanku yg pria , sebut saja kecoak . Bahkan sepeda motor pun dia tak punya . Dgn segala keterbatasan rizkinya dia bertahan . Berjalan dgn segenggam harapan dan berjuta toleransi .
Temanku yg wanita , sebut saja kupu2 , penerimaan apa adanya utk si kecoak . Tapi tetap saja , setiap manusia punya karakter .

Kejujuran itu menyakitkan , maka timbulah kebohongan . Mungkin awalnya kecil , tapi dr yg kecil itu semua bermula .
Tujuan bohong memang baik , menjaga perasaan tegasnya , lagi2 , manusia memanglah mahluk sosial , baik sesama maupun lawan jenis .
Sikecoak memang sadar dengan keadaannya , sayangnya dia seperti tidak baik berkomunikasi . Toleransi berujung salah arti , di antara sosial mungkin ada sekilas refresh , dgn org lain .
Tapi akhirnya sesuatu yg dimulai dengan kebohongan , hasilnya adalah kehancuran .
Dr kecil menjadi besar , karna diantara hubungan kecoak dan kupu2 ada cibir org lain .
Fitnah , dan akhirnya saling tuding , saling tidak percaya , dan saling menyalahkan .
Entah siapa yg salah , mungkin komunikasi kupu2 , atau si kecoak yg miskin .

Aku , sang matahari

Namaku matahari , aku dilahirkan di hari minggu , tepatnya di tgl 17 ramadhan 1410 hijriah .
Seperti yg sebenarnya , aku merasa aku memang seperti matahari . Bersinar seorang diri , di jadikan titik pusat rotasi planet2 .
Ada yg merah , gelap , kebiru2an , dan beragam warna lainnya , serta bentuk .
Kadang , aku bertanya pada diriku sendiri , kenapa pula aku seperti itu . Kenapa tidak aku menjadi seperti planet2 saja , biar aku bisa merasa puas saat ada satu titik yg bisa ku putari dan juga menerangiku .
Hah , mungkin ini jalan hidupku , gersang , air mata api , dan peperangan tiada bertepi .
Hanya aku dan Tuhan , aku yakin , semua terencanakan . Seperti saat adam menjadi sang khalifah di bumi ini tanpa percontohan .

Serigala hitamku

Lihatlah dia
suaranya terdengar besar bukan karna fuber
tapi karna termakan usia

berkarat
ibarat rambut yg mulai hilang hitamnya

tengok saja tangki itu
ada hansaplas melekat
bukan variasi ucap majikan
tapi bekas tambal akal akalan

dia , lagi lagi dia
cuma dia saja
barang kali
yg mengerti saya

kadang bunyi2an aneh itu hilang
larinya mengajak saya terbang
saat marah
dan dia seolah meredam dengan rayunya

dia mesti ku banggakan
pastinya
dari pada sekedar puisi cinta
yg belum pasti memberiku harga

belum atau mungkin takkan pernah
karna si majikan masih mengira Tuhan itu ada di Toak ..

W benci lu

Katanya ,
jangan terpaku sama uang ..
Dia , dia yg bilang ..
Seseorg yg lu anggap inspirator , dan ga w dapet itu dari nyokap w sendiri ..
Tapi sadar ga?
W ga temuin didikan itu adanya ,
bukan lu nya aja ..
Ujungnya pernyataan dari lu bahwa kejujuran itu menyakitkan ..
Tapi pahamlah , kalau semua kelakuan lu di balik selimut kebohongan2 itu ngehina w .. Ga bisa jaga perasaan , dan ngasih rasa aman ..
Selalu , Selalu di kesankan kalau w harus ngejar lu pake uang ..

Bayangin , lu emang punya trauma , yg lu sendiri bikin2 itu jadi seolah hebat , bahkan sampe nular ke w pahitnya ..

Seandai pertanyaan nya apakah lu mikirin w , w sendiri yakin kalau lu bkal bilang ya terus balik nanya ..

Tapi apakah lu pernah mikirin gmana caranya supaya w termotifasi ?
Percuma w nulis puisi , karna lu ga pernah ngerti , dan ga pernah paham itu semua ..

Ha3 , terus diem , diem terus sampe lu muak .. W nunggu disini ..

Kiasan dari langit

Perjalanan ,
sungguh indah (Tuhan) ,
dalam luka ,
aku berkaca ,
lukanya para seniman ,
getir dan kesanksian ..
Mungkin mereka tak punya ,
kisah ,
seperti kisahku ..

Jujur , sabar dan ikhlas ..
Saat aku berteriak keras bertanya ,
jawab itu tak pernah ada ,
abu2 ,
dan yg sanggup ku lakukan hanya menyimpul ,
kiasan ,
kiasan dari langit ,
tentang sebuah arti ,
penantian ,
dan penantian ..

Kamis, 21 Juni 2012

The searcher days


There are price any goods
While money can ' t buy time
Life is so absurd
Then, what is real we looking for?

Yesterday
A wise man said do not see her
And began to all again

Considering mother when i want to existing foods,
in the jaws to the son food that will in puking right I don ' t want to see him cry
I will befriend my days
Dry rain and uneasiness
Just me with god

Rabu, 20 Juni 2012

Better still

This world really mortal
Sometimes all as easy
But sometimes all suddenly be intricate

If not know anything
Better still
Because in his sea in can possibly guess
But the heart of man who knows

Can you one of many parts of the body
give me a better life
From when i use of it all
I rather like slaves so right in and become stupid

I also do not look back
I want this done
But how
While not all i can certainly right.

Selasa, 19 Juni 2012

Econosentrisme no art it!


I was suspected that mature comes in the form of a process, but not. Adult it came to me like when i wake up from sleep tight so long.
When i started writing all this i felt that i was the most desperate on earth. In fact writing is just activities that capable of i do in this time in the unemployed i have so long.
In a word, i find reading indeed, ordinary but according to my vision sense print in italics the word. Yes, econosentrisme noise- then what the word and its relations with me? ?
As heating little i got born in a village in which begin on ravenously its meaning by drafts drama systems. Every child who finished school here majority direct dabbles in the factory.
Moreover if i read their mindset that as if to say that work is factory workers and labor the plant is the only purpose.
Indeed, real once in an appeal myself they can delusional as high as heaven within the ocean.
Profession alias work can in meaning right, binding something enchained time and deprive of beauty. No wonder if a lot of parents here already the earthy but never know the identities truth.
And after that they can only eventuaily  comment a , b, c , and d, while they alone can never embosom. They know, life in a narrative where when young busy overtime and when retiring be money hundred million.
Then what the meaning of life, this alone humans are, as if is not hypocritical also, because of prevailing teksis in this world is segala-gala need money. And here is a contradiction i started thinking was for the
Human not angels , and if stomach  never hungry , may not never was econosentrisme. A friend once told me when i tell you all this trouble numskull then answered frlend � � � as this is life! ! � � �,
And once it anyway i have denied an argument i think most wise. How not because when my friend said this he is more human despond from within me.
Whether the process of working in my life is like what, name--although i have ten thousand times innovating new prayer i climb right. And when you started reading this ridiculous in the text maybe suicide, writer is dead or perhaps also yet, any chance he still alive, and still writing in a room untidy, to circumstances asylum. Ha3,

If the morning comes

here I'm standing
with lonellies of night
deep I was sleep
waiting my day to be comes

a lights of little stars
ray to show me up alone
tears I was escape
morning that I wish

I try to walk
but I don't know where The way
I stil here wait again
wings on the my dream

I will fly into the sky
when the sunrise from the east
I will fly into the sky
when the morning come to me

No matter


You may say to me if I was week
You may say to me if I was trashy
You may say to me if I was useless
You may say to me if I was loser

You may say to me if I was abject
You may say to me if I was lowly
You may say to me if I was rest
You may say to me if I was tiana

No matter , no matter , no matter
Scream ..

Truly you never knew who I’m
You never knew about my think
You could only laugh and cryin
And you’ll never had the beauty

Truly you’re slave on industry system
You only born , school , work , and die
You’ll never know about beauty
You’ll never know the identity

The days will it come true,
I’m falling dawn , not mean I’m surrender ..

Give me the light


Here
In the quiet of this
Speechless, I try joy the time
And all that has happened

Rumble of worry
Injuries continue to make me sick
The heart is getting fucked
And smile set from my face

I was borring
Everyone talk about black and white
Which I never understand

The days full of hate
When it all comes to the end ?
Give me the light ..

Minggu, 17 Juni 2012

Nisan seorang seniman


Nisan seorang seniman



Aku melukis tidak dengan cat
Aku melukis hanya dengan kata ..

Tuhan ..
aku seperti batang ubi jalar yg jatuh di atas aspal
kemudian terik
dan sorot mata sang panglima siang
mengeringkan aku

kerontang ..
tanpa tunas
bahkan tanpa bulu bulu akar yg terlihat tumbuh

tapi ya sudahlah ..
mungkin esok akan ku katakan pada wanitaku
jika dia sudah ku bunuh dengan tangan ini,

dia..
yg menurut mulut besarnya seolah bersayap ..

What is God ?

Since the age of four , my mother told me to read and learning bible . I got to know about sin , reward , unclean , and lawfull .
when my age in seven years , mom hit me with a broom if I could not go to mosque for read . my mother just said " if not continance later go to hell is ! "
actually I really want to question what is the hell ? what is the heaven ? what is after life ?
but I understand , the question will not capable of being in charge by my mother .
when my age in nine years , I know friday prayers . until this time , early begain sermon , khatib always say " let us gratefull for over all scrumptious in give God the !! "
and then when I write the notes , I had never felt studiousness of God . drunker and girl prostitute who forgetten God , they still breathing free . all the same , then why as no different .
and yesterday , when I well-intentioned to change my life become more , enter I drop up , go down .
I still remember , I prey to The God , but turn of to be , I think I like stupid boy .
as like the succes man said on television , if you want to succes , you must workhard . and then succes is by ourselves , not for God . kinds is we , we is the God .

tubuhku kotor ,
pikiranku picik ,
ahlakku nista ,
dan mulutku dusta ,
sungguh aku memang manusia berdosa ..

Diwajahku ada namamu





dia bukan kutu
yg merajai keraton kutu dikepalaku
dia sudah lari dari sana
karena bosannya
karena bodohnya

kini dia malah berada dalam sangkar gajah
kandangnya mamalia raksasa
sedikit lengah
mungkin dia akan mati sudah

dia selalu berlari
bahkan diwaktu tidurnya
agar tidak terinjak
namun ancaman tidak membuatnya beranjak

menatap keatas
kaki besar
tubuh besar
dan kepala besar

dia merasa begitu kecilnya
terbanding singgasana di keratonnya dulu

Kamis, 14 Juni 2012

Celeng kerempeng



Burung wik wik bersyair , suaranya terasa mengganggu , arahnya dari sebelah utara . Amir kerempeng duduk di sebuah bale bambu di halaman rumahnya . matanya menyala , di seberang jalan itu lapangan sepak bola hijau teramati .
Amir tidak bersuara , tidak bersuara bukan berarti hatinya diam . tangan itu mengebuk gebuk alas bambu . nada nya berdetak mengiringi detakan jantungnya .
“ duk tak duk tak duk tak duk tak “ bunyi itu menemani Amir yg duduk sendiri .
Terkadang ketukan dan temponya berubah , seperti hati kecilnya yg tidak pernah seorang pun bisa menebak . Beberapa bocah seumur melewati jalan kecil di muka Amir .
“ hey pincang .. sedang apa kamu ?? dasar tukang melamun .. hahahaha .. “  satu di antara bocah bocah yg berjalan itu meneriaki Amir .
“ panggil bapakmu , teriak .. bilang  jika mau buang air kecil .. biar sekalian bapakmu yg memegangi penismu … “ satu bocah lagi di antaranya meledek Amir kerempeng .
Amir hanya diam , dia tidak mengomel , tetapi hati kecil nya sungguh sudah terbakar amarah . sambil tertawa puas , rombongan bocah bocah seumur itu hilang dari pandangan .
Airmata membayangi kelopak mata . tetapi Amir tidak menangis . Amir mungkin sudah terbiasa di ejek , terejek , dan dijadikan bahan ejekan . Amir sedih sekali , Amir masih diam , tetapi yg bisa menggerutu Cuma hatinya .
***
“ terserah Tuhan mau menjadikan saya apa .. terserah Tuhan mau membawa saya kemana .. “
Ungkapan pasrah tersebut sudah tercurah ribuan kali , amir mencoba menegarkan dirinya . ketidak berdayaan serta aniaya psikologis mendasari ungkapan tersebut .
“ salahkah saya , teledorkah saya .. bukankah sepele bagimu Tuhan ??? “
Penyesalan demi penyesalan yg tumpah sudah tidak bisa lagi di hitung tiap harinya . tetapi Tuhan masih memberikannya hidup , entah mengapa , semoga Tuhan punya maksud baik .
***
Masih di bale bambu di halaman rumahnya . sore menjelang , satu persatu bocah dari penjuru kampung mulai berdatangan . mereka mulai sibuk mencari tempat di lapangan .
Sepak bola , dahulu memang , namun tidak lagi sekarang untuk amir . mungkin dahulu pun tidak serapat hari amir bermain , kadang kadang amir menghilang . di saat teman temannya mencari , Amir tidak pernah di ketemukan .
Amir yg pandai menggocek dan menendang kencang sekarang tinggal kenangan . sekarang dia hanya mampu menonton dari bale bambu di halaman rumahnya .
Seorang sahabat berlari menuju Amir , sumringah raut wajahnya . Edi , si bocah keling berkepala botak berhias pitak itu sahabat Amir yg paling dekat . dulu semasih main bersama , saling over dan mengumpan hingga akhirnya mencetak gol adalah mereka .
“ nanti kalau sudah sembuh , kita main sama sama lagi ya .. saya rindu di beri umpan sundul oleh kamu Mir .. “ Edi berkata , kedua tangan nya membejak bejak baju leceknya di bagian perut .
Amir hanya tersenyum , seakan dia sudah melupakan kejadian sebelumnya disaat beberapa bocah mengejek .
“ semangat , kamu pasti akan sembuh .. mungkin suatu saat nanti kamu bisa menjadi pemain sepak bola yg amat terkenal Mir , kamu kan jago sekali mainnya  .. “ Edi berucap sekali lagi .
“ saya tidak mau bermimpi .. saya seperti ini karena mimpi .. mimpi itu pembodohan .. saya tidak akan menjadi seseorang seperti apa yg kamu bilang barusan .. “
“ tapi Mir .. “ belum habis terucap Amir kembali memotong .
“ sudahlah  jangan meng-intimidasi saya dengan harapan kosong .. saya ini cacat .. sudah tiga tahun , tetapi kaki ini malah membusuk .. “ nadanya meninggi , semua berubah seketika , raut wajah , sorot mata , dan expresinya .
Dengan sepasang tongkatnya Amir tertatih menuju rumah . Edi termangu , dan suara burung wik wik itu hilang di sebelah utara .
***
Amir si penyadap getah aren . bocah berambut keriting berkulit gelap itu tengah berada di atas pohon aren . suatu sore , dikebun yg tidak jauh dari belakang rumahnya .
Tangan tangan kecil itu mencengkeram erat batang , kakinya tertatih tatih menyorong badan menuju ke ujung pohon . dia tiba di atas , keringatnya menetes , kulit hitam menjadi kelihatan bercahaya tersorot sinar matahari yg bulatnya sudah tidak utuh dari sebelah barat .
Seperti yg terbiasa dia lakukan , satu dari tiga buah botol pelastik yg tercantum di pinggang nya telah berpindah , di sela batang  daun menadahi tetes demi tetes getah yg tercurah .
Getah menetes , keringatnya banjir . mungkin kini keleknya sudah basah total . si Amir berpikir , “ jika nanti botol botol ini  sudah penuh , aku akan menjual getah sadapan pada tengkulak untuk mendapatkan upah “ .
Amir tersenyum , gigi serinya yg tanggal memberi peluang udara menggenangi rahang . dia masih berada di atas pohon aren tersebut .
Kakinya tidak gemetar menopang , Amir seolah sudah terlatih . “ jika nanti saya dapat upah , akan saya gunakan untuk apa ? “ didalam hati amir kecil timbul pertanyaan .
“ nah , saya mau beli sepasang ayam saja , mungkin cukup .. “ pikirnya menjawab .
“ nanti  sepasang ayam itu akan menghasilkan telur , saya akan menetaskannya .. biar ayam saya menjadi banyak .. “
“ kalau sudah banyak , saya akan membawa ayam ayam itu kepasar .. pasti akan laku terjual .. “ matanya membesar , barisan gigi gigi itu masih dalam intonasi senyuman .
“ dan kalau saya mendapat uang yg agak banyak dari hasil menjual ayam ayam saya tadi , saya mau membeli kambing saja .. saya akan menternaknya .. “
“ kambing kambing itu pasti bakal banyak pula seperti semula saya menetaskan telur telur ayam .. setelah itu saya mau membeli sapi saja .. mungkin harga jualnya akan lebih tinggi dan saya akan memperoleh keuntungan yg besar juga .. “
“ saya kepingin sekali membantu bapak , saya kasihan melihatnya , setiap hari berjibaku dengan palu besar penghantam batu gunung , tetapi upahnya tidak seberapa “
Angin yg membelai leher terabaikan , Amir masih di dalam penantian . saking asiknya Amir menggembalakan khayalannya , dia tidak sadar jika botol yg menadahi tetes getah aren itu sudah luber tercecer .
Beberapa tetes getah menciprati lutut Amir , bangunkan Amir dari lamunannya . belum seutuhnya dia sadar , botol yg luber itu terjatuh dari pangkalan sadap . reflek , tangan kecil mencoba meraihnya . namun apa daya , botol tidak terjangkau , dan si bocah kriting itu serempak ikut jatuh .
Kepala dan kakinya mendarat di atas batu yg bersemayam nyenyak di bawah pohon aren . darah tumpah dijidat , merah di atas palataran kulit hitam .
Amir meraung kesakitan , beberpa warga yg mendengarnya di sekitar menghampiri . si amir di bawa ke klinik darurat di ujung desa pencilnya .
“ tulang kaki nya patah .. mungkin harus di operasi .. “ ungkap sang dokter jaga klinik tersebut kepada orang tua Amir .