Lihatlah dia
suaranya terdengar besar bukan karna fuber
tapi karna termakan usia
berkarat
ibarat rambut yg mulai hilang hitamnya
tengok saja tangki itu
ada hansaplas melekat
bukan variasi ucap majikan
tapi bekas tambal akal akalan
dia , lagi lagi dia
cuma dia saja
barang kali
yg mengerti saya
kadang bunyi2an aneh itu hilang
larinya mengajak saya terbang
saat marah
dan dia seolah meredam dengan rayunya
dia mesti ku banggakan
pastinya
dari pada sekedar puisi cinta
yg belum pasti memberiku harga
belum atau mungkin takkan pernah
karna si majikan masih mengira Tuhan itu ada di Toak ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar