Sungguh aku tidak menyangka , sekilas , mereka tampil baik2 saja .
Hampir 6th mereka berumah tangga , tapi akhirnya berantakan pula .
Aku juga tak tahu kenapa Tuhan seolah memaksaku menyaksikan , perseteruan , yg sbenarnya bukan masaku .
Tak bisa di pungkir , ekonomi yg minim , temanku yg pria , sebut
saja kecoak . Bahkan sepeda motor pun dia tak punya . Dgn segala
keterbatasan rizkinya dia bertahan . Berjalan dgn segenggam harapan dan
berjuta toleransi .
Temanku yg wanita , sebut saja kupu2 , penerimaan apa adanya utk si kecoak . Tapi tetap saja , setiap manusia punya karakter .
Kejujuran itu menyakitkan , maka timbulah kebohongan . Mungkin awalnya kecil , tapi dr yg kecil itu semua bermula .
Tujuan bohong memang baik , menjaga perasaan tegasnya , lagi2 ,
manusia memanglah mahluk sosial , baik sesama maupun lawan jenis .
Sikecoak memang sadar dengan keadaannya , sayangnya dia seperti
tidak baik berkomunikasi . Toleransi berujung salah arti , di antara
sosial mungkin ada sekilas refresh , dgn org lain .
Tapi akhirnya sesuatu yg dimulai dengan kebohongan , hasilnya adalah kehancuran .
Dr kecil menjadi besar , karna diantara hubungan kecoak dan kupu2 ada cibir org lain .
Fitnah , dan akhirnya saling tuding , saling tidak percaya , dan saling menyalahkan .
Entah siapa yg salah , mungkin komunikasi kupu2 , atau si kecoak yg miskin .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar