Dia selalu berbohong , kepada gelap , kepada angin , kepada langit , jua kepada dirinya sendiri . sepele ( lelucon ) , dunia yg tamak terbahak dan parah serakah . dia hanya diam , terkadang benak yg so bijak memang nampak , namun dia kembali diam . dia membungkus , membungkus prihal yg terpikir sampah . dia ga jua menjanjikan tentang kebenaran , dia diam , dia hanya akan bicara realita , kepada penguasa alam .
Manusia bersayap , mahluk berhati pingwin , atau malah sang pemimpi besar yg tolol ... entah siapa aku sebenarnya ...
Total Tayangan Halaman
Rabu, 19 Oktober 2011
Dia diam
20'10'2011
Aku , sama seperti saat aku di lahirkan , bersama rasio dan seonggok dedagingan ini aku terus mengalir . pengharapan untuk sebuah kenyataan baru , dan sebuah hidup di luar waktu .
Sebuah praktikum dimana aku ga mesti mencari-cari segenap kritik , analisa , makalah , atau pun pemberangusan sebagai penuntunku .
Hari-hari yg coba ku tafsirkan memang kadang membuatku ragu tentang akal yg sehat . maka dari itu sesunyinya langkah ini , aku mencoba ga memperdulikan benak yg abstrak . karna ini hanyalah problem tentang ya atau tidak , tentang mungkin atau mustahil , dan tentang yakin atau keacuhan .
Tulisan , kebohongan , dan kebenaran .
Aku ga memprotes sistematika kerjamu Tuhan , aku ga sedikit pun berpikir jika engkaw membenci ku , sebab , seyakinku sesungguhnya engkaw ga pernah berakhlak cundang ( yg pergi pengkhianat , yg tertawa pecundang ) .
Dalam pelarianku , ku cerita kan semua hal yg ku temui dalam bentuk kebohongan , semua , seakan kebohongan itu kian menjadi udara di dalam hidupku .
Ya , kebohongan itu ku anggap kata pengantar , sebagai kebenaran kisah , dimana aku bercerita pada mu wahai bumi dan langit . tentang hari2ku , jua keterasinganku .
Aku ga menuliskan sajak , atau syair jelmaan ayat2 yg suci ( ayat2 yg mereka bilang logika dalam puisi ) . aku tengah menjadi sebuah tulisan , sebuah kebohongan , dan sebuah kebenaran .
Sabtu, 15 Oktober 2011
Apa yg terlihat ?
Apa yg terlihat ? sementara luka dan luka itu memaksa kaw ber'idealis ..
Apa yg terlihat ? sementara mengembalikan kepercayaan itu teramat sulit dari mengejarnya ..
Apa yg terlihat ? ya_ kaw bilang " aku telah berusaha , sementara nyatanya tatap mereka ga sepenuhnya percaya ..
Apa yg terlihat ? dan ternyata , mustahil bila engkaw berpikir kaw adalah manusia ( pria )
Apa yg terlihat ? sementara dendam dan dendam itu telah membuatmu berambisi melebihi kodrat ( aku berbeda , dan aku lebih )
Apa yg terlihat ? sementara seolah mereka pikir kaw telah meremehkan sebuah nilai ..
Apa yg terlihat ? sementara mereka ( adik ) , kian menyaksikan ( inspirasi ) tentang yg hitam dan putih ..
Jumat, 14 Oktober 2011
Ksatria ideot
Roda memang berputar , dan ku harap aku bukanlah jadi landasannya , yg setiap kali roda itu berputar , aku malah terinjak .
Mungkin tempat ini adalah salah satu tempat yg ku persalahkan , di antara banyaknya reruangan , sebab disini , terkadang , aku terhasut , dan aku sekerap kalinya menatap cermin2 langit itu begitu tinggi menjerit . sementara , aku hanyalah Ksatria ideot yg membosankan . jauh aku tertinggal , jauh , dan semakin jauh aku ber'ilham , semakin jahat pula aku menggunjing raga ini , amat . andai asap2 itu mampu memberi ku senyum-senyuman ,( melupakan impian muluk ) , mungkin aku akan lebih berikhlas menempuh setiap jarak .
Penyair atau pecundang ?
Penyair , ya_ mereka hanyalah pecundang , mereka hanyalah manusia yg sekian banyak kehilangan rasa percaya terhadap sesama manusia . berbincang dengan langit , menyatu dengan alam , atau bercerita pada sehelai kertas , itu adalah pelarianmu .
Sementara dengan karya mu , kaw bilang kaw ingin berdialog kepada setiap hati , kebohongan besar , padahal semua itu kaw lakukan untuk mencari aman , dari mereka , dari tindas , juga tertawaan semesta .
Sementara dengan karya mu , kaw bilang kaw ingin berdialog kepada setiap hati , kebohongan besar , padahal semua itu kaw lakukan untuk mencari aman , dari mereka , dari tindas , juga tertawaan semesta .
Panggung aniaya
Mereka bilang dunia ini panggung sandiwara , dan aku bilang " dunia ini panggung aniaya " . dunia ini milik mereka , mereka si tukang aniaya . lantas tanya ku pada si tua , si tua yg ku bilang punya kenal tentang dunia , " seperti apa saat ini dan esok ? " . dan beliaw pun menjawab , " Aku ga pernah berhak atas kamu , maka dengarlah yg mereka ucap2kan " .
Di dinding hatimu ada jendela , tempat dimana kaw mampu menengok segala rasio dan dedaginganmu , sendiri ..
Sajak jingga
Jingganya lampu jalanan , gersang yg masih tersisa seusai pertempuran petang . ga , aku ga jua mengenal mereka yg berlalu lalang , dalam benak , aku memang ga membutuhkan pandang . ruang tinggi itu sedang ku tinggal sejenak , aku pun memulai cerita2 sepele ku pada angin yg berterbangan , tentang hariku , tentang siang ku , dan tentang sang matahariku .
Di dalam cahaya aku titipkan rindu , jua harap dan harapanku tentang esok yg ku pertanyakan . aku ga sedang belajar , aku hanya ingin mendengar , mendengar sisi-sisi indrawi yg kian gelapar .
Aku ingin jadi si bodoh saja ..
Biarlah kanak-kanak itu datang padaku ( Isya ) . maka aku menerjemah , " persetan dengan masa depan , karena masa depan itu akan mampir tanpa harus ku tunggu , tanpa ragu-ragu , dan tanpa hal-hal yg harus di siap-siapkan ".
Sang abadi , sang pengasih dan penyayang yg telah memberiku segenap keangkuhan . aku hidup , dan aku tertawa untuk semua komedi di dalamnya .
Walau pun emas tetaplah kloset ( menyedihkan ) , aku menikmatinya , dan ini suasana yg ku dapati . mungkin aku akan kian terjerumus di dalam sketsa-sketsa tentang akal , nurani , iman , serta kenyataan yg senyata-nyatanya .
Secawan anggur di tangan Izroil ( Karma )
Mari kita keluar sejenak , dari ruang-ruang yg membelenggu otot dan pikiran . bukan , saya ga sedang membahas pahala , dosa , surga , atau pun neraka . karena saya pikir , hal2 tersebut adalah dialog khusus ( privasi ) antara mahluk dan sang pencipta .
Karma , seperti terapannya mereka , pokok , Hindu dan Budha . berfantasilah , jika , engkaw seakan begitu takut atas sakit , rugi , luka , kecewa , tangis , pahit , jatuh , tertinggal , bahkan sendiri di kematian .
Semua hal , hitam , putih , kesaksian , dan apa yg kaw lakukan . semua di kembalikan , dan sebenarnya pasti di kembalikan . bukan jua di sana ( surga atau neraka ) , tapi masih di umur ini , selama kita masih bernafas .
Who is Ilezr ?
Dia bukan tubuhku , dia adalah sebuah dendam , sebuah dendam di dalam tubuh manusia . dendam itu di tujukan kepada mereka , masa kecil , orang tua , saudara , sahabat , lawan jenis ( kekecewaan ) , dan dendam atas seluruh umat manusia melingkupi setiap halaman ( tempat ) dimana ia berada .
Namun , sesungguhnya dia ga pernah sedikit pun berprasangka dendam kepada Tuhannya , walau sedikit dan ga akan pernah . sebab Tuhan belum jua mencabut nyawa , seperti halnya pagi yg dia pinta .
Dia memang asing , dan dia melampiaskan semua dendam tersebut terhadap dirinya sendiri , walau pahit , walau mengganggu nyenyak , namun dia menelannya sendiri , begitu kuat , dan sok kuatnya . di dalam keterasingan , dia pun selalu mendiskusikan , penyikapan dendam-dendam tersebut , kepada mereka , orang lain , semua orang , kanak-kanak , si tua , dan juga Tuhannya .
Namun , sesungguhnya dia ga pernah sedikit pun berprasangka dendam kepada Tuhannya , walau sedikit dan ga akan pernah . sebab Tuhan belum jua mencabut nyawa , seperti halnya pagi yg dia pinta .
Dia memang asing , dan dia melampiaskan semua dendam tersebut terhadap dirinya sendiri , walau pahit , walau mengganggu nyenyak , namun dia menelannya sendiri , begitu kuat , dan sok kuatnya . di dalam keterasingan , dia pun selalu mendiskusikan , penyikapan dendam-dendam tersebut , kepada mereka , orang lain , semua orang , kanak-kanak , si tua , dan juga Tuhannya .
Kamis, 06 Oktober 2011
lantai terakhir
entah dimana ini ,
entah tempat apa ini ,
(tetapi aku menemukan nya)
di sini aku menatap tanpa batasan , keramaian kota , lalu lintas yang mengadat, jua serba serbi angin malam yang menakjubkan. dan jempol kiriku seolah rakus nya menekan tombol2 kaku di ponsel murahku , cuma sebatang asap , dan aku sendiri di tempat ini .
walaw menurut ku aku memang sendiri di tempat ini , ini lantai terakhir , dimana secangkir kopi gak mampu aku nikmati, bahkan gak nampak seorang pun keluar dari sana , dr pintu lift yg gelap ada nya.
lantai terakhir ,
Lelucon terkutuk
Selebihnya , dengan keisengan ini , aku merasa begitu mengutuk diriku sendiri. mereka kian menjadi hakim dan jaksa ku sekaligus , mungkin mereka pun kelak memburu2 ku seumur hidup . padahal aku ingin hidup dalam keamanan, dalam kedamaian , tanpa hakim , tanpa jaksa , dan tanpa beban yg menjerat . sementara kemarin jeruji yang ku anggap lelucon buat kalian membuatku bertanya apakah mungkin aku masih bisa diperlukan oleh diriku sndiri .
Aku hanya diam , ga ku bantah ataupun ku iyakan , seperti saat ku menemukan petuah si tua jamhur . lantas aku juga bukan lah dia (toer) yang semampu nya lantang berucap : " inilah diriku , ku kembalikan smua padamu , ambilah smua , bunuhlah kalau memang sudah tidak berguna bagi kehidupan ."
Ya_ aku ga perlu orang lain , mungkin memang aku terlalu angkuh, sebagaimana semua percaya ku yang telah teracuhkan .
memang nampak begitu gersang lidah ini berpacu ucap , namun ku pikir ini memang sebenar"nya lelucon penuh kutukan yang sepantas nya aku rahasia kan dari dunia yang selalu tertawa.
Senin, 03 Oktober 2011
Peperangan Razputind
Dan suatu masa kejenuhan itu akan sebenarnya datang , menghasut mata , menghasut telinga , bahkan mungkin akan meracuni otak dan kesetiaan hati . kedewasaan yg terpungut itu semoga mampu mensterilkan semua ego yg tercipta .
Pemberontak kah ? pendendam kah ? atau so bernyali besar kah ?
Dia memang ga memegang busur dan anak panah , mungkin pedang pun bukan dalam keahliannya . dia hanya seseorang yg punya tatap terbakar matahari , dan setajam mata tombak .
Ketika dia mengatakannya ya , maka yg terjadi adalah ya . dan ketika dia berpikir tidak , atau pun ragu , maka dia akan sekeras hati meninggalkan hal daripada itu semua , kemudian dia mengunci hatinya begitu rapat .
Walau kadang rahasia-rahasia yg telah dia pilih membuat banyak orang bertanya . kenapa , mengapa , ada apa , alasan apa , bagaimana bisa . dia malah tertawa , dan hanya menertawakannya . hatinya sekeras karang yg berakar di tepian laut . terlebih dia telah berpikir , jika memang tata langit yg nampak pada malam-malam itu di benci nya , maka langit itu akan di tata lebih gila dari sebelumnya .
Sementara pintu-pintu persembunyian itu rapat dengan begitu cerdik . dimana orang-orang di dekatnya terlihat seperti mimpi buruk , orang-orang di dekatnya adalah musuh-musuh terbesar , dan orang-orang di dekatnya hanyalah penggunjing atas setiap keterbukaan yg terkadang coba dia ungkap . maka setelah itu rahasia dan rahasia telah menjadi peperangan yg akan selalu menyala di dalam benaknya .
Minggu, 02 Oktober 2011
Di balik jendela berkabut
Dia , sedikit gelisah di raut wajahnya , sebuah ruang yg megah , dimana di dalamnya terdapat segelincir keindahan .sementara di balik jendela berkabut itu ia menatap hujan yg turun dengan derasnya . ga habis pikirnya tentang apa yg memang terlihat .Sesekali dia keluar dari ruang , masuk lalu keluar lagi dari sebuah pintu , sebuah pintu yg sebenarnya ga pernah terkunci untuknya . sesekali pula dia menadahkan ke dua tangan itu , pada rintik air yg gemercik dari langit , dia pun menengok ke atas , dan yg terlihat olehnya adalah langit yg begitu gelap .Kembali lagi di dalam ruang yg hangat , semakin dalam renungannya meratapi hujan yg ga kunjung henti .di balik jendela berkabut itu , dia malah bertanya siapa , dan ada apa gerangan disana , di ujung tatapnya di seberang hujan . seandainya payung .Payung itu pun ga pernah menjanjikan , semanis ucapan tuk selamatkan tubuh tanpa basah , agar semua menjadi nampak kepastiannya . sementara payung itu hanya lah sebuah keraguan yg penuh dengan pertanyaan .
Dia dan sesuatu
Ilezrazputind mungkin sedikit melampirkan berkas-berkasan notesnya ,
begitu pun nilai dari itu semua yg saya
pikir amat ga berharga . dia cuma orang tolol yg terkadang mengungkap kisahnya
dengan makna leksikal yg ga pernah berarti .
Menyedihkan , sementara waktu semakin memaksa hati tuk
menjawap , namun jawapan dari itu semua semakin sulit tuk di tentukan . egoisme
, ambisi , serta ilezrazputind yg pecundang .
Ini cuma selembar kisah , antara tertawa dan menertawakan
. sementara hutang yg ga akan pernah terbayar itu membuat dia bungkam , membuat
dia gelisah , membuat dia juga bertanya siapakah gerangan sebenarnya ia .
Senyata-nyatanya makna pertanyaan itu telah di dapat .
namun alasan demi alasan membuatnya harus berpikir lebih dalam . utara ke selatan
, hitam yg kau terjang , lantas hari yg begitu kuat bersaksian .
Sesudah itu permintaan saya bukan sekedar agar dia
berhasil , namun permintaan saya adalah agar dia senantiasa baik di dalam
kondisi dan di dalam situasi . saya kira , senyum palsu itu ga begitu cocok
selimuti wajah .
Bermunajatlah , bukan jua jawapan akhir yg sebisanya
terucap atas semua kebuntuan ini .kebosanan , kebingungan , dan perasaan ragu
yg kau resapi . maka saya ga akan pernah bersaran , karena disini dia sedang di
tuntut tuk menjadi dirinya sendiri .
Langganan:
Postingan (Atom)
