Peperangan Razputind
Dan suatu masa kejenuhan itu akan sebenarnya datang , menghasut mata , menghasut telinga , bahkan mungkin akan meracuni otak dan kesetiaan hati . kedewasaan yg terpungut itu semoga mampu mensterilkan semua ego yg tercipta .
Pemberontak kah ? pendendam kah ? atau so bernyali besar kah ?
Dia memang ga memegang busur dan anak panah , mungkin pedang pun bukan dalam keahliannya . dia hanya seseorang yg punya tatap terbakar matahari , dan setajam mata tombak .
Ketika dia mengatakannya ya , maka yg terjadi adalah ya . dan ketika dia berpikir tidak , atau pun ragu , maka dia akan sekeras hati meninggalkan hal daripada itu semua , kemudian dia mengunci hatinya begitu rapat .
Walau kadang rahasia-rahasia yg telah dia pilih membuat banyak orang bertanya . kenapa , mengapa , ada apa , alasan apa , bagaimana bisa . dia malah tertawa , dan hanya menertawakannya . hatinya sekeras karang yg berakar di tepian laut . terlebih dia telah berpikir , jika memang tata langit yg nampak pada malam-malam itu di benci nya , maka langit itu akan di tata lebih gila dari sebelumnya .
Sementara pintu-pintu persembunyian itu rapat dengan begitu cerdik . dimana orang-orang di dekatnya terlihat seperti mimpi buruk , orang-orang di dekatnya adalah musuh-musuh terbesar , dan orang-orang di dekatnya hanyalah penggunjing atas setiap keterbukaan yg terkadang coba dia ungkap . maka setelah itu rahasia dan rahasia telah menjadi peperangan yg akan selalu menyala di dalam benaknya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar