Jingganya lampu jalanan , gersang yg masih tersisa seusai pertempuran petang . ga , aku ga jua mengenal mereka yg berlalu lalang , dalam benak , aku memang ga membutuhkan pandang . ruang tinggi itu sedang ku tinggal sejenak , aku pun memulai cerita2 sepele ku pada angin yg berterbangan , tentang hariku , tentang siang ku , dan tentang sang matahariku .
Di dalam cahaya aku titipkan rindu , jua harap dan harapanku tentang esok yg ku pertanyakan . aku ga sedang belajar , aku hanya ingin mendengar , mendengar sisi-sisi indrawi yg kian gelapar .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar