Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Januari 2012

Apakah Tuhan itu belajar ?

Di sebuah malam yg terasa gersang itu dia datang , langit memang berbintang , namun sepertinya hujan lebat kan turun tiga sampai empat jam kemudian .
Dengan wajah pucat penuh kemurungannya itu dia malah melontarkan sebuah pertanyaan " Apakah Tuhan itu belajar ? " . kemudian dia menyuruhku untuk kembali berfantasi sedikit tinggi , " coba bayangkan proses terjadinya planet bumi dan planet2 lainnya menurut ilmu fisika dan geologi , perbedaan struktur setiap planet yg berbeda seperti menjelaskan percobaan untuk menuju kelayakan satu buah planet sebagai tempat hidup , proses , dan terbentuklah . kemudian para penghuni awal bumi ini menurut sejarah dan arkeologi , hewan dan tumbuhan purbakala yg di ciptakan seperti ngasal dengan rupa yg kurang seni , kurang beraneka warna , kurang beraneka bentuk , dan malah terpikir aneh jika di bandingkan dengan apa yg ada di masa sekarang . lantas semua keanehan itu nampak seperti percobaan yg gagal dengan di jatuhkan sebuah meteor besar ke muka bumi yg terkesan seperti percobaan kiamat . semua yg ada saat itu binasa , dan semua di mulai kembali dengan penghuni baru , kera , atau berpikirlah jika seperti apa rupa manusia pertama yg di ciptakan dari tanah . teori Darwin , evolusi , proses , menuju kesempurnaan sistem karena akal dan pikiran yg di anugrahkan bak sebuah penemuan Tuhan . lalu musim es , peradaban dan peradaban , dimana semua benda dan perangkat2 alat pelengkap hidup mulai ada dan berkembang sedikit demi sedikit , sementara perkembangan tersebut seperti berbanding lurus dengan perkembangan sistem alias pola pikir manusia . dan keempat kitab suci yg berurutan di turunkan untuk menyempurnakan , mengapa harus empat , mengapa seperti sebuah proses , mengapa tidak satu saja agar setiap manusia yg ada di bumi ini tidak berlainan paham , atau karena setan begitu durhakanya sebagai mahluk , sehingga mereka ( setan ) bersikeras menyesatkan kaum dari buku intruksi kehidupan yg memuat tentang standar operasional hidup darimu ( Tuhan ) . jadi samakah arti sebuah proses dengan halnya pembelajaran , atau memang setan itu ada dan tengah menghasutkan seorang kaum  " .
 Dia ga memberi kesempatan untuk menjawab sedikt pun , kemudian dia berdo'a ...
Wahai Tuhan , aku memang tak pantas masuk ke dalam surga mu , tapi aku juga begitu takut masuk ke dalam api nerakamu , sementara tubuh ini adanya berlumur dosa , maka jangan biarkan aku smakin tejerumus dan smakin larut di lembah yg hitam ini ..
Berikan petunjukmu , karena aku tidak pernah ingin berlari dan malah menambah devisa dosa di badanku ..
Terangilah jalanku , tunjukan sebuah takdir yg baik buatku dalam sebuah hidup yg terpikir ga pernah konstan ini , karena yg miskin bisa kaw kayakan dengan proses2 bodohnya , dan yg kaya bisa kau miskinkan dengan sakit2 yg begitu pintarnya .. Amien ..

12’01’2012



Ini masa2 paling gila dalam hidup si bocah , dari sini dia mengenal banyak hal , semua , bahkan hitam yg benar2 hitam sehitam2nya  . rendah , dan semua persepsi serta  opini yg amat di bencinya  pun malah terjamah . yg lebih mengerikan dari ini semua ya ketika seorang bocah itu tumbuh dan menjadi besar , kemudian dia ga pernah tau tentang siapa dirinya , apalagi tempatnya .
Orang selalu bilang hidup ini begitu sederhana , cukup melakukan pilihan dan jangan menyesalinya . berkali kali bocah ini diam , dia ga pernah merindukan masa lalu nya sedikit pun , dia menunggu karena setelah pilihan terakhirnya dia ga pernah mendapat petunjuk harus memulai dari mana . kemudian dalam diamnya dia malah berpikir jika masa depan itu ga pernah ada .
Gila , Dia memang terbiasa bermain main dengan api , tapi kali ini lebih dari kegilaan biasanya dia malah sedang merokok di pom bensin . dia bepikir dengan pola pikirnya yg abstrak itu dia akan menemukan semua jawaban , semua , dan apa yg memang menjadi pertanyaan2 malam di dalam tidurnya . dia begitu angkuh , walau pun pada kenyataannya yg dia miliki hanyalah waktu .


Ini tahun yg aneh , kediaman pun tiba2 menjadi pemberontakan amat . bayangkan , jika hujan yg turun seperti belakangan ini , maka seperti apa gerangan kemarau . langit begitu derasnya menangis , lantas seperti apa kelak kemarahannya . ramalan pun bukan , karya ku terlalu ga berharga , aku hanya sedang mencoba berpikir seideot mungkin , dimana aku ga pernah menguasai heiroglif atau bahasa2 aneh lainnya .
Ilustrasi , simbiosis antara realitas dan pemikiran di luar batas . menerjemahlah laksana seorang cendikiawan jenius , yg selalu bisa menuliskan pemikiran gersang nya dengan metode2 gelap di dalam cahaya . ga mau bising menggangguku , persembunyian , lalu gunjing pun ga terdengar , lantas ke semuan pun ga ternampakan .
Tuhan Nampak menuliskan surat2nya , si bodoh di pejamkan dalam kesunyian , lalu yg menunggu pun semakin menunggu . air mata pun tidak jatuh , hanya kerinduan , dan beribu ribu pertanyaan perlahan mulai memaksa ingatan tuk berkhayal . melupa2kan , tidak , si gila Nampak murung menantikan musimnya . seperti sawah dalam keemasan .

Abu2 ? yg ada hanya hitam dan putih .



Dia hanya menulis sebuah notes , bukan berarti dia menulis sebuah takdir . Ini masa2 paling gila dalam hidup dia , bukan sakit , atau pun sakratul maut , tapi penuh luka setengah putus asa . dia masih tetap berpikir bahwa takdir akan tetap mengalir , membawa dia pada sebuah tempat yg lebih baik . ya , dia hanya diam , semua pilihan seperti dia acuhkan , insting , sepertinya memang dia yg membuat semua seperti ini , menyesal , sementara dia ga pernah paham apa itu penyesalan .
Takdir , mungkin , seperti itu , di saat orang2 menilainya terlalu pasrah pada takdir . masa lalu , lahir , tumbuh , sekolah , pekerjaan . lalu dia berkata , sepertinya , jika seseorang bicara tentang cita2 , mungkin di masa2 ini dia sebenarnya menemukan pri hal tersebut . bernyanyi , bersyair , menciptakan , melakukan semua hal , hari2 yg bebas , misterius dan sebuah cinta .
Impresi , ketika di saat penuh pilihan lalu dia selalu mendapatkan petunjuk , arah yg terbaik , cahaya , dan sebuah keberuntungan . berbeda halnya dengan  saat ini , dia benar2 tidak tau sebuah alamat pun , gelap , dan semua yg di rabanya ga berpetunjuk . Memprotes kehendak Tuhan pun tidak , dia hanya lupa pada kata2 “ Tuhan itu maha adil “ . dan di saat dia mulai menulis lagi , dia Nampak mengingat kata2 itu kembali , dan sebuah tangisan dimana seorang ibu ga mendengar apa yg berulang kali dia teriakan .
Abu2 .. yg dia tau setiap kali manusia melakukan sebuah hal , maka penilaiannya hanyalah hitam atau putih . sebuah tulisan , dan ketika abu2 , maka nyatanya tulisan tersebut adalah sebuah kerancuan , melainkan hitam di atas putih , atau sebaliknya . hitam akan terbalas hitam , juga putih yg akan terbalas putih . dia begitu dalam dalam sebuah kesunyian , kegelapan , dan kelelapan .

Rabu, 11 Januari 2012

Hari ini juga mimpi .



Dan masa2 itu memanglah ada , sebuah kala yg terkondisikan , sebuah keadaan , sebuah situasi yg tergambarkan . maka di masa2 itu aku terdiam , aku berpikir , dan aku tengah membayangkan , bawasannya yg sedang ku lewati saat itu akan secepatnya terlewat .
Yg berlalu akan menjadi sejarah , terlalui sebagai kenangan , dan semua keadaan berubah , rumus kekonstanan itu hancur , situasi , pemikiran , dan semua berganti . bisa lebih tinggi , atau malah amblas di titik terendah , hancur , lebur , tanpa sebintik celah cahaya yg menerangi .
Siklus , rotasi , peluangnya diri juga mereka . musim yg bergulir , hinar atau kegelapan , dan itu bukanlah rekayasa khayalan , belaka ,namun kepastian . sebelum dan setelah itu semua , sabar di dalam pasrah , atau sabar dan mengumpulkan energi , inspirasi , dan sebuah fondasi , sejenak .

Di balik kisah Arum dan Fattah .




Ini sebuah kisah tentang sebuah jalur hidup yg menjadi terolok sebagai bahan tertawaan . dia seorang sahabat , dia seorang lelaki , dan dia seperti abang angkatku sendiri . lelaki itu bernama Johanes Fattah , dia memang ga berwajah tampan , tapi secara penilaian ku tentangnya adalah dia juga ga berwajah teramat jelek  , ha3 .
Dia lahir di kota ini , di kota ku juga , usianya memang beberapa tahun di atas ku , dan di saat itu pula aku memanggilnya abang . supel , dari nya aku belajar mengenal arti kata tersebut , ramah tamah , mungkin sekilas orang2 akan menilainya baik . dia anak pertama di keluarga nya , dan keluarganya berkehidupan sederhana .
Fattah , dia seseorang yg pernah mengajari ku tentang guraw , tentang canda , juga menghisap rokok2 keretek dan menenggak secangkir kopi pahit di masa2 peralihanku dulu . ada banyak hal jua yg ga bisa aku cerita kan tentangnya , aku sadar , karena setiap manusia pasti punya privasi .
Kota yg berbeda kini , setelah empat tahun usai pernikahannya dengan seorang wanita . yapz , wanita itu berusia lebih tua darinya , dan yg lebih menjadi bahan olokan sangat adalah tinggi badan wanita tersebut yg tidak seperti orang normal biasanya . wanita itu bernama Arum Rosevelt .
Ini realita , dan semua warga desa ku mungkin tahu . satu hal yg perlu di perjelas disini adalah , Arum bukan wanita biasa , walau pun tinggi badannya ga normal dan usia nya yg terlewat tua , namun dia adalah  keturunan ningrat dari kotanya . orang berada , berharta , bahkan Arum adalah anak semata wayang .
Dan semua perbincangan yg selalu berujung tertawaan itu memang di maulai dari sini . dimana seorang lelaki normal menikahi seorang wanita ga normal hanya karena harta . satu cerita , yg memang terjadi setelah Fattah menikahi arum adalah Fattah yg di hidupi oleh Arum , di ajak kekota asalnya , di berikan modal usaha , dan usaha2 rintisan Arum yg memang sudah ada .
Perbaikan financial dan sosialogis Fattah yg drastis , semakin melebarkan cerita dimana Fattah adalah seseorang yg menganut pilosofi hidup ini di bikin mudah . cemooh itu hanyalah sekedar akibat yg ga perlu di hiraukan , karena sekali pun di hiraukan hal tersebut ga akan pernah menghasilkan apa2 .
Sebuah rumah yg terhalangi beberapa rumah di belakang rumahku menjadi tempat pertama kali mereka bertemu . kali itu Arum pernah sesekali bermaksud merantau di kota ku , satu rumah yg cukup besar di sewanya sebagai tempat tinggal sementara rantau . Arum mendirikan sebuah perusahaan menengah di bidang konveksi , yg memang perusahaannya tersebut sudah ga berjalan lagi sekarang .
Fattah sempat bekerja di konveksi tersebut , secara rumah Fattah dan rumah sewaannya Arum memang tidaklah berjauhan  . Fattah bekerja di konveksi tersebut karena di awal kedatanganArum di kota ku ini , status Fattah adalah seorang penganggur . Di mulai lah keakraban mereka , dimana Arum di saat itu adalah selaku bos dari Fattah . karakter Fattah yg memang supel itu yg membuatnya ga memandang ketidak normalan fostur tubuh Arum .
Setelah beberapa bulan , ayah dari Fattah menderita penyakit gagal ginjal , Fattah mulai sering kali membolos kerja karena mengantar sang ayah berobat ke rumah sakit , Fattah anak pertama , sementara adik2nya masih berusia kanak , dan di saat itu Fattahlah yg membenahi kepengurusan perobatan sang ayah .
Hingga pada suatu waktu , harta benda di rumah Fattah mulailah berlenyapan , itu semua terpakai untuk membiayai pengobatan . keluarga Fattah mengalami kebuntuan materi , sementara cuci darah yg terjadwa dua kali seminggu semakin memeras keberadaan keluarga Fattah .
Arum , selaku bos , tetangga , dan orang yg tengah akrab dengan Fattah bermaksud membantu . dan saat itu semua kelanjutan biaya perobatan ayah Fattah telah di tanggung Arum  . operasi ginjal , sampai pada akhirnya ayah Fattah sembuh dari penyakitnya , walau pun  usaha konveksi Arum  mengalami pailit . keakraban mereka menjadi  semakin dekat , bahkan Fattah sudah ga melihat Arum sebagai seorang wanita yg ga normal lagi .
Balas budi pun tidak , namun sebuah proses seperti telah mengenalkan mereka pada pribadi satu sama lain . hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah , mereka memulai sesuatu yg baru di kota asal Arum yg telah menjadi istri Fattah . dan pada kenyataannya seperti yg Nampak kini , keberadaan mereka nampaklah sukses .
Terakhir kali aku berbincang dengannya ( Fattah ) , di saat itu pula aku bertanya padanya yg telah ku anggap seperti kakak angkat ku sendiri tentang arti sebuah kebahagiaan . dan Fattah pun menjawab “ kebahagiaan itu adalah sesuatu , dimana sebenarnya orang2 di sekeliling kita , orang2 terdekat mungkin , yg memang kita cintai merasakan kebahagiaan pula “ .
Setiap kisah pasti memiliki latar belakang , sebab , dan alasan mengapa dan ada apa . dan di saat itu pula ketidak pahaman membuat orang2 berlaku gunjing . sebab dan akibat , serta penjelasan induktif terkadang membuat orang2 itu pula menjadi tidak tahu dan tidak paham .