Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Januari 2012

12’01’2012



Ini masa2 paling gila dalam hidup si bocah , dari sini dia mengenal banyak hal , semua , bahkan hitam yg benar2 hitam sehitam2nya  . rendah , dan semua persepsi serta  opini yg amat di bencinya  pun malah terjamah . yg lebih mengerikan dari ini semua ya ketika seorang bocah itu tumbuh dan menjadi besar , kemudian dia ga pernah tau tentang siapa dirinya , apalagi tempatnya .
Orang selalu bilang hidup ini begitu sederhana , cukup melakukan pilihan dan jangan menyesalinya . berkali kali bocah ini diam , dia ga pernah merindukan masa lalu nya sedikit pun , dia menunggu karena setelah pilihan terakhirnya dia ga pernah mendapat petunjuk harus memulai dari mana . kemudian dalam diamnya dia malah berpikir jika masa depan itu ga pernah ada .
Gila , Dia memang terbiasa bermain main dengan api , tapi kali ini lebih dari kegilaan biasanya dia malah sedang merokok di pom bensin . dia bepikir dengan pola pikirnya yg abstrak itu dia akan menemukan semua jawaban , semua , dan apa yg memang menjadi pertanyaan2 malam di dalam tidurnya . dia begitu angkuh , walau pun pada kenyataannya yg dia miliki hanyalah waktu .


Ini tahun yg aneh , kediaman pun tiba2 menjadi pemberontakan amat . bayangkan , jika hujan yg turun seperti belakangan ini , maka seperti apa gerangan kemarau . langit begitu derasnya menangis , lantas seperti apa kelak kemarahannya . ramalan pun bukan , karya ku terlalu ga berharga , aku hanya sedang mencoba berpikir seideot mungkin , dimana aku ga pernah menguasai heiroglif atau bahasa2 aneh lainnya .
Ilustrasi , simbiosis antara realitas dan pemikiran di luar batas . menerjemahlah laksana seorang cendikiawan jenius , yg selalu bisa menuliskan pemikiran gersang nya dengan metode2 gelap di dalam cahaya . ga mau bising menggangguku , persembunyian , lalu gunjing pun ga terdengar , lantas ke semuan pun ga ternampakan .
Tuhan Nampak menuliskan surat2nya , si bodoh di pejamkan dalam kesunyian , lalu yg menunggu pun semakin menunggu . air mata pun tidak jatuh , hanya kerinduan , dan beribu ribu pertanyaan perlahan mulai memaksa ingatan tuk berkhayal . melupa2kan , tidak , si gila Nampak murung menantikan musimnya . seperti sawah dalam keemasan .

Tidak ada komentar: