Dia hanya menulis sebuah notes , bukan berarti dia menulis
sebuah takdir . Ini masa2 paling gila dalam hidup dia , bukan sakit , atau pun
sakratul maut , tapi penuh luka setengah putus asa . dia masih tetap berpikir
bahwa takdir akan tetap mengalir , membawa dia pada sebuah tempat yg lebih baik
. ya , dia hanya diam , semua pilihan seperti dia acuhkan , insting ,
sepertinya memang dia yg membuat semua seperti ini , menyesal , sementara dia
ga pernah paham apa itu penyesalan .
Takdir , mungkin , seperti itu , di saat orang2 menilainya
terlalu pasrah pada takdir . masa lalu , lahir , tumbuh , sekolah , pekerjaan .
lalu dia berkata , sepertinya , jika seseorang bicara tentang cita2 , mungkin
di masa2 ini dia sebenarnya menemukan pri hal tersebut . bernyanyi , bersyair ,
menciptakan , melakukan semua hal , hari2 yg bebas , misterius dan sebuah cinta
.
Impresi , ketika di saat penuh pilihan lalu dia selalu
mendapatkan petunjuk , arah yg terbaik , cahaya , dan sebuah keberuntungan .
berbeda halnya dengan saat ini , dia
benar2 tidak tau sebuah alamat pun , gelap , dan semua yg di rabanya ga
berpetunjuk . Memprotes kehendak Tuhan pun tidak , dia hanya lupa pada kata2 “ Tuhan
itu maha adil “ . dan di saat dia mulai menulis lagi , dia Nampak mengingat
kata2 itu kembali , dan sebuah tangisan dimana seorang ibu ga mendengar apa yg
berulang kali dia teriakan .
Abu2 .. yg dia tau setiap kali manusia melakukan sebuah hal
, maka penilaiannya hanyalah hitam atau putih . sebuah tulisan , dan ketika
abu2 , maka nyatanya tulisan tersebut adalah sebuah kerancuan , melainkan hitam
di atas putih , atau sebaliknya . hitam akan terbalas hitam , juga putih yg
akan terbalas putih . dia begitu dalam dalam sebuah kesunyian , kegelapan , dan
kelelapan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar