Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Januari 2012

Abu2 ? yg ada hanya hitam dan putih .



Dia hanya menulis sebuah notes , bukan berarti dia menulis sebuah takdir . Ini masa2 paling gila dalam hidup dia , bukan sakit , atau pun sakratul maut , tapi penuh luka setengah putus asa . dia masih tetap berpikir bahwa takdir akan tetap mengalir , membawa dia pada sebuah tempat yg lebih baik . ya , dia hanya diam , semua pilihan seperti dia acuhkan , insting , sepertinya memang dia yg membuat semua seperti ini , menyesal , sementara dia ga pernah paham apa itu penyesalan .
Takdir , mungkin , seperti itu , di saat orang2 menilainya terlalu pasrah pada takdir . masa lalu , lahir , tumbuh , sekolah , pekerjaan . lalu dia berkata , sepertinya , jika seseorang bicara tentang cita2 , mungkin di masa2 ini dia sebenarnya menemukan pri hal tersebut . bernyanyi , bersyair , menciptakan , melakukan semua hal , hari2 yg bebas , misterius dan sebuah cinta .
Impresi , ketika di saat penuh pilihan lalu dia selalu mendapatkan petunjuk , arah yg terbaik , cahaya , dan sebuah keberuntungan . berbeda halnya dengan  saat ini , dia benar2 tidak tau sebuah alamat pun , gelap , dan semua yg di rabanya ga berpetunjuk . Memprotes kehendak Tuhan pun tidak , dia hanya lupa pada kata2 “ Tuhan itu maha adil “ . dan di saat dia mulai menulis lagi , dia Nampak mengingat kata2 itu kembali , dan sebuah tangisan dimana seorang ibu ga mendengar apa yg berulang kali dia teriakan .
Abu2 .. yg dia tau setiap kali manusia melakukan sebuah hal , maka penilaiannya hanyalah hitam atau putih . sebuah tulisan , dan ketika abu2 , maka nyatanya tulisan tersebut adalah sebuah kerancuan , melainkan hitam di atas putih , atau sebaliknya . hitam akan terbalas hitam , juga putih yg akan terbalas putih . dia begitu dalam dalam sebuah kesunyian , kegelapan , dan kelelapan .

Tidak ada komentar: