Total Tayangan Halaman

Jumat, 06 Januari 2012

2012



Di dalam benak , aku berpikir jika aku baru saja terbangun dari tidur yg begitu panjang . 2011 seperti mimpi , bahkan tahun2 sebelumnya , dan semua hal yg terjadi  berlalu begitu saja . padahal , aku merasa ada banyak hal besar di antara hari2 kemarin ku , tetapi saat2 seperti itu semakin larut terkenang .

Dan semua media seperti kehilangan warna2 yg kelam tentang ramalan tahun ini , semua seperti di sembunyikan , dan semua seperti di lupa2 kan . bersama hari2 yg sinar mataharinya terkadang menantang , dan terkadang redup dan menghilang .

Ini sepi ga bertepi , aku dan jeritan hati ini , menantang  inspirasi yg kadang antagonisnya  menatapi benci ke wajahku ini . dan semua kata2 itu meredup , atau terkadang kata2 itu pun berterbangan , melayang-layang  .

Mereka bilang , dalam hidup kita hanya perlu mengikuti kata hati , ya itu seperti dorongan , atau bisikan yg begitu kuat di telinga kita . dan sampai lah aku pada masa2 ini , dimana aku sejujurnya telah berjalan mengikuti segenapkalimat  yg terucap oleh suara hati ku .

Aku ga menyesal , ini sebuah perjalanan yg indah , aku punya banyak cerita , mungkin , yg lebih gila , dan yg pasti berbeda dengan orang lain . aku pernah menikmatinya , suasana ramai di depan gedung pusat perbelanjaan yg hinar dan penuh sesak atas lalu lalangnya orang2 .

Aku jua pernah meresapinya , semerbak wanginya sunyi di depan gedung rawat sebuah rumah sakit yg tampak congkah dan begitu kikir walau sekedar membagi senyumnya . ini bukan sandiwara , aku berdiri nyata sebagai seorang actor seperti di atas panggung sebuah teater .

Berkali-kali itu pula aku mengelaknya , aku selalu meyakinkan diriku jika aku ga sedang bermimpi . aku pernah berdiri di sana , mengoprasikan sebuah mesin yg mencaciku dengan sejuta kesepian , dan di saat itu aku pun berdialog dengan separuh hati ini jika semua yg ku lakukan kelak hanya akan menjadi sebuah ingatan .

Aku pernah mengalami hal2 yg menakjubkan , hal2 yg bodoh mungkin , dimana di saat aku berpikir untuk mengulanginya aku merasa ga sanggup , dan aku malah tertawa . aku pernah berdiri disana , membahu menjadikannya sebuah fondasi sang tuan tembok yg beton .

Aku pernah berdiri disana , menenggelamkan badan dalam air yg kotor dan menertawakan setiap keadaan . aku pun pernah berada disana , menjadi pencaci bebauan sisa2 pakan para kaum yg tersisa , dan aku pernah berdiri dan berada hanya beralasankan mimpi2 , mimpi yg bodoh .

Ya … aku ga pernah berharap apa2 di tahun ini , keajaiban seperti sebelumnya pun tidak . aku hanya ingin aku selalu punya kisah sebagai inspirasi atas karya2 bodohku ini . aku ingin kata hati ku selalu memberiku hikmah yg indah , bukan sebuah penyesalan atau malah tangisan .

Tidak ada komentar: