Di dalam benak , aku berpikir jika aku baru saja terbangun
dari tidur yg begitu panjang . 2011 seperti mimpi , bahkan tahun2 sebelumnya ,
dan semua hal yg terjadi berlalu begitu
saja . padahal , aku merasa ada banyak hal besar di antara hari2 kemarin ku ,
tetapi saat2 seperti itu semakin larut terkenang .
Dan semua media seperti kehilangan warna2 yg kelam tentang
ramalan tahun ini , semua seperti di sembunyikan , dan semua seperti di lupa2
kan . bersama hari2 yg sinar mataharinya terkadang menantang , dan terkadang redup
dan menghilang .
Ini sepi ga bertepi , aku dan jeritan hati ini ,
menantang inspirasi yg kadang
antagonisnya menatapi benci ke wajahku
ini . dan semua kata2 itu meredup , atau terkadang kata2 itu pun berterbangan ,
melayang-layang .
Mereka bilang , dalam hidup kita hanya perlu mengikuti kata
hati , ya itu seperti dorongan , atau bisikan yg begitu kuat di telinga kita .
dan sampai lah aku pada masa2 ini , dimana aku sejujurnya telah berjalan
mengikuti segenapkalimat yg terucap oleh
suara hati ku .
Aku ga menyesal , ini sebuah perjalanan yg indah , aku punya
banyak cerita , mungkin , yg lebih gila , dan yg pasti berbeda dengan orang
lain . aku pernah menikmatinya , suasana ramai di depan gedung pusat
perbelanjaan yg hinar dan penuh sesak atas lalu lalangnya orang2 .
Aku jua pernah meresapinya , semerbak wanginya sunyi di
depan gedung rawat sebuah rumah sakit yg tampak congkah dan begitu kikir walau
sekedar membagi senyumnya . ini bukan sandiwara , aku berdiri nyata sebagai
seorang actor seperti di atas panggung sebuah teater .
Berkali-kali itu pula aku mengelaknya , aku selalu
meyakinkan diriku jika aku ga sedang bermimpi . aku pernah berdiri di sana ,
mengoprasikan sebuah mesin yg mencaciku dengan sejuta kesepian , dan di saat itu
aku pun berdialog dengan separuh hati ini jika semua yg ku lakukan kelak hanya
akan menjadi sebuah ingatan .
Aku pernah mengalami hal2 yg menakjubkan , hal2 yg bodoh
mungkin , dimana di saat aku berpikir untuk mengulanginya aku merasa ga sanggup
, dan aku malah tertawa . aku pernah berdiri disana , membahu menjadikannya
sebuah fondasi sang tuan tembok yg beton .
Aku pernah berdiri disana , menenggelamkan badan dalam air
yg kotor dan menertawakan setiap keadaan . aku pun pernah berada disana ,
menjadi pencaci bebauan sisa2 pakan para kaum yg tersisa , dan aku pernah
berdiri dan berada hanya beralasankan mimpi2 , mimpi yg bodoh .
Ya … aku ga pernah berharap apa2 di tahun ini , keajaiban
seperti sebelumnya pun tidak . aku hanya ingin aku selalu punya kisah sebagai
inspirasi atas karya2 bodohku ini . aku ingin kata hati ku selalu memberiku
hikmah yg indah , bukan sebuah penyesalan atau malah tangisan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar