Dia , si pengarang sinting yg tiba2 menemukanku di dalam tumpukan cerita2 kusam yg berantakan . di uraikannya sebongkah narasi dimana sebuah moment telah mempertemukan mereka , si pengarang sinting dan sebatang asap . sebatang asap yg di kenalnya selalu mampu untuk berbagi kisah , dan sebatang asap pula yg meyakinkan jiwanya tentang semua keindahan di dunia adalah nyata .Memang jarang gambar2 itu terbingkai , sedang dimana pun keberadaannya adalah ada dan kesetiaan . sebatang asap telah memberinya beribu inspirasi , gemuruh liar , dan suara2 petunjuk hati yg semraut cerca gelapar . ini kali sebatang asap telah menyandingkan langkah di sebelahnya , dan si pengarang berjalan di dalam tuntunan .Kemudian sebuah isyarat telah memaksa mereka sejenak berpisah , tanpa kepastian untuk kelanjut arah . si pengarang kehilangan aroma , sementara sesak semakin menancapi gersang hinggapi dada . dia dan sahabatnya menjadi warna yg ga tersentuh , hitam keruh Pahang bukan namun selera berkata . sehatkah nurani ini , sakitkah sekumpulan gerah yg melucuti keringat membasahi luka . aku ingin hidup , masih hidup teringini .
Manusia bersayap , mahluk berhati pingwin , atau malah sang pemimpi besar yg tolol ... entah siapa aku sebenarnya ...
Total Tayangan Halaman
Jumat, 06 Januari 2012
Pengarang sinting dan sebatang asap .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar