Total Tayangan Halaman

Rabu, 11 Januari 2012

Kupu kertas by Ebiet G. AD




Setiap waktu  engkau tersenyum ,
sudut matamu  memancarkan rasa ,
keresahan yg terbenam , kerinduan yg tertahan ,
duka dalam yg tersembunyi , jauh di lubuk hati ,
kata2 mu  riuh mengalir bagai gerimis .

Seperti angin  ta’ pernah diam ,
selalu beranjak  setiap saat ,
menebarkan jala asmara , menaburkan aroma luka ,
benih kebencian kau tanam , bakar ladang gersang ,
entah sampai kapan  berhenti menipu diri .

Kupu2 kertas  yg terbang kian kemari ,
aneka rupa dan warna , di bias lampu temaram .

Membasuh debu yg lekat dalam jiwa ,
mencuci bersih dari segala kekotoran .
Aku menunggu hujan turun lah , aku berharap badai datang lah .
gemuruhnya akan melumatkan semua , kupu2 kertas .



“ setiap insan punya problem ( keinginan ) , tetapi terkadang dalam sekilas pandang biasa , semua problem itu memang ga pernah Nampak , dan ga ternampakan . dan keinginan  tersebut kian memicu konflik di dalam diri sendiri “
“ kupu2 kertas , laksana keinginan semu duniawi yg ga pernah ada habisnya , dan semua keindahan yg ga akan terjangkau oleh kata2 puas “
  berharap ada sebuah peredam , penyadar ,atau  pengingat , seperti hujan dan badai yg pada akhinya memberi kesejukan batiniah dari segala problem ( keinginan ) “

Tidak ada komentar: