Ini sebuah kisah
tentang sebuah jalur hidup yg menjadi terolok sebagai bahan tertawaan . dia
seorang sahabat , dia seorang lelaki , dan dia seperti abang angkatku sendiri .
lelaki itu bernama Johanes Fattah , dia memang ga berwajah tampan , tapi
secara penilaian ku tentangnya adalah dia juga ga berwajah teramat jelek , ha3 .
Dia lahir di kota ini , di kota ku juga , usianya memang
beberapa tahun di atas ku , dan di saat itu pula aku memanggilnya abang . supel
, dari nya aku belajar mengenal arti kata tersebut , ramah tamah , mungkin
sekilas orang2 akan menilainya baik . dia anak pertama di keluarga nya , dan
keluarganya berkehidupan sederhana .
Fattah , dia seseorang yg pernah mengajari ku tentang guraw
, tentang canda , juga menghisap rokok2 keretek dan menenggak secangkir kopi
pahit di masa2 peralihanku dulu . ada banyak hal jua yg ga bisa aku cerita kan
tentangnya , aku sadar , karena setiap manusia pasti punya privasi .
Kota yg berbeda kini , setelah empat tahun usai pernikahannya
dengan seorang wanita . yapz , wanita itu berusia lebih tua darinya , dan yg
lebih menjadi bahan olokan sangat adalah tinggi badan wanita tersebut yg tidak
seperti orang normal biasanya . wanita itu bernama Arum Rosevelt .
Ini realita , dan semua warga desa ku mungkin tahu . satu
hal yg perlu di perjelas disini adalah , Arum bukan wanita biasa , walau pun
tinggi badannya ga normal dan usia nya yg terlewat tua , namun dia adalah keturunan ningrat dari kotanya . orang berada
, berharta , bahkan Arum adalah anak semata wayang .
Dan semua perbincangan yg selalu berujung tertawaan itu
memang di maulai dari sini . dimana seorang lelaki normal menikahi seorang
wanita ga normal hanya karena harta . satu cerita , yg memang terjadi setelah
Fattah menikahi arum adalah Fattah yg di hidupi oleh Arum , di ajak kekota asalnya
, di berikan modal usaha , dan usaha2 rintisan Arum yg memang sudah ada .
Perbaikan financial dan sosialogis Fattah yg drastis , semakin
melebarkan cerita dimana Fattah adalah seseorang yg menganut pilosofi hidup ini
di bikin mudah . cemooh itu hanyalah sekedar akibat yg ga perlu di hiraukan ,
karena sekali pun di hiraukan hal tersebut ga akan pernah menghasilkan apa2 .
Sebuah rumah yg
terhalangi beberapa rumah di belakang rumahku menjadi tempat pertama kali
mereka bertemu . kali itu Arum pernah sesekali bermaksud merantau di kota ku ,
satu rumah yg cukup besar di sewanya sebagai tempat tinggal sementara rantau .
Arum mendirikan sebuah perusahaan menengah di bidang konveksi , yg memang perusahaannya
tersebut sudah ga berjalan lagi sekarang .
Fattah sempat bekerja di konveksi tersebut , secara rumah
Fattah dan rumah sewaannya Arum memang tidaklah berjauhan . Fattah bekerja di konveksi tersebut karena
di awal kedatanganArum di kota ku ini , status Fattah adalah seorang penganggur
. Di mulai lah keakraban mereka , dimana Arum di saat itu adalah selaku bos
dari Fattah . karakter Fattah yg memang supel itu yg membuatnya ga memandang
ketidak normalan fostur tubuh Arum .
Setelah beberapa bulan , ayah dari Fattah menderita penyakit
gagal ginjal , Fattah mulai sering kali membolos kerja karena mengantar sang
ayah berobat ke rumah sakit , Fattah anak pertama , sementara adik2nya masih
berusia kanak , dan di saat itu Fattahlah yg membenahi kepengurusan perobatan
sang ayah .
Hingga pada suatu
waktu , harta benda di rumah Fattah mulailah berlenyapan , itu semua
terpakai untuk membiayai pengobatan . keluarga Fattah mengalami kebuntuan
materi , sementara cuci darah yg terjadwa dua kali seminggu semakin memeras
keberadaan keluarga Fattah .
Arum , selaku bos , tetangga , dan orang yg tengah akrab
dengan Fattah bermaksud membantu . dan saat itu semua kelanjutan biaya
perobatan ayah Fattah telah di tanggung Arum . operasi ginjal , sampai pada akhirnya ayah
Fattah sembuh dari penyakitnya , walau pun
usaha konveksi Arum mengalami
pailit . keakraban mereka menjadi
semakin dekat , bahkan Fattah sudah ga melihat Arum sebagai seorang
wanita yg ga normal lagi .
Balas budi pun tidak , namun sebuah proses seperti telah
mengenalkan mereka pada pribadi satu sama lain . hingga pada akhirnya mereka
memutuskan untuk menikah , mereka memulai sesuatu yg baru di kota asal Arum yg
telah menjadi istri Fattah . dan pada kenyataannya seperti yg Nampak kini ,
keberadaan mereka nampaklah sukses .
Terakhir kali aku
berbincang dengannya ( Fattah ) , di saat itu pula aku bertanya padanya yg
telah ku anggap seperti kakak angkat ku sendiri tentang arti sebuah kebahagiaan
. dan Fattah pun menjawab “ kebahagiaan
itu adalah sesuatu , dimana sebenarnya orang2 di sekeliling kita , orang2
terdekat mungkin , yg memang kita cintai merasakan kebahagiaan pula “ .
Setiap kisah pasti memiliki latar belakang , sebab , dan
alasan mengapa dan ada apa . dan di saat itu pula ketidak pahaman membuat orang2
berlaku gunjing . sebab dan akibat , serta penjelasan induktif terkadang
membuat orang2 itu pula menjadi tidak tahu dan tidak paham .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar