Total Tayangan Halaman

Rabu, 11 Januari 2012

Di balik kisah Arum dan Fattah .




Ini sebuah kisah tentang sebuah jalur hidup yg menjadi terolok sebagai bahan tertawaan . dia seorang sahabat , dia seorang lelaki , dan dia seperti abang angkatku sendiri . lelaki itu bernama Johanes Fattah , dia memang ga berwajah tampan , tapi secara penilaian ku tentangnya adalah dia juga ga berwajah teramat jelek  , ha3 .
Dia lahir di kota ini , di kota ku juga , usianya memang beberapa tahun di atas ku , dan di saat itu pula aku memanggilnya abang . supel , dari nya aku belajar mengenal arti kata tersebut , ramah tamah , mungkin sekilas orang2 akan menilainya baik . dia anak pertama di keluarga nya , dan keluarganya berkehidupan sederhana .
Fattah , dia seseorang yg pernah mengajari ku tentang guraw , tentang canda , juga menghisap rokok2 keretek dan menenggak secangkir kopi pahit di masa2 peralihanku dulu . ada banyak hal jua yg ga bisa aku cerita kan tentangnya , aku sadar , karena setiap manusia pasti punya privasi .
Kota yg berbeda kini , setelah empat tahun usai pernikahannya dengan seorang wanita . yapz , wanita itu berusia lebih tua darinya , dan yg lebih menjadi bahan olokan sangat adalah tinggi badan wanita tersebut yg tidak seperti orang normal biasanya . wanita itu bernama Arum Rosevelt .
Ini realita , dan semua warga desa ku mungkin tahu . satu hal yg perlu di perjelas disini adalah , Arum bukan wanita biasa , walau pun tinggi badannya ga normal dan usia nya yg terlewat tua , namun dia adalah  keturunan ningrat dari kotanya . orang berada , berharta , bahkan Arum adalah anak semata wayang .
Dan semua perbincangan yg selalu berujung tertawaan itu memang di maulai dari sini . dimana seorang lelaki normal menikahi seorang wanita ga normal hanya karena harta . satu cerita , yg memang terjadi setelah Fattah menikahi arum adalah Fattah yg di hidupi oleh Arum , di ajak kekota asalnya , di berikan modal usaha , dan usaha2 rintisan Arum yg memang sudah ada .
Perbaikan financial dan sosialogis Fattah yg drastis , semakin melebarkan cerita dimana Fattah adalah seseorang yg menganut pilosofi hidup ini di bikin mudah . cemooh itu hanyalah sekedar akibat yg ga perlu di hiraukan , karena sekali pun di hiraukan hal tersebut ga akan pernah menghasilkan apa2 .
Sebuah rumah yg terhalangi beberapa rumah di belakang rumahku menjadi tempat pertama kali mereka bertemu . kali itu Arum pernah sesekali bermaksud merantau di kota ku , satu rumah yg cukup besar di sewanya sebagai tempat tinggal sementara rantau . Arum mendirikan sebuah perusahaan menengah di bidang konveksi , yg memang perusahaannya tersebut sudah ga berjalan lagi sekarang .
Fattah sempat bekerja di konveksi tersebut , secara rumah Fattah dan rumah sewaannya Arum memang tidaklah berjauhan  . Fattah bekerja di konveksi tersebut karena di awal kedatanganArum di kota ku ini , status Fattah adalah seorang penganggur . Di mulai lah keakraban mereka , dimana Arum di saat itu adalah selaku bos dari Fattah . karakter Fattah yg memang supel itu yg membuatnya ga memandang ketidak normalan fostur tubuh Arum .
Setelah beberapa bulan , ayah dari Fattah menderita penyakit gagal ginjal , Fattah mulai sering kali membolos kerja karena mengantar sang ayah berobat ke rumah sakit , Fattah anak pertama , sementara adik2nya masih berusia kanak , dan di saat itu Fattahlah yg membenahi kepengurusan perobatan sang ayah .
Hingga pada suatu waktu , harta benda di rumah Fattah mulailah berlenyapan , itu semua terpakai untuk membiayai pengobatan . keluarga Fattah mengalami kebuntuan materi , sementara cuci darah yg terjadwa dua kali seminggu semakin memeras keberadaan keluarga Fattah .
Arum , selaku bos , tetangga , dan orang yg tengah akrab dengan Fattah bermaksud membantu . dan saat itu semua kelanjutan biaya perobatan ayah Fattah telah di tanggung Arum  . operasi ginjal , sampai pada akhirnya ayah Fattah sembuh dari penyakitnya , walau pun  usaha konveksi Arum  mengalami pailit . keakraban mereka menjadi  semakin dekat , bahkan Fattah sudah ga melihat Arum sebagai seorang wanita yg ga normal lagi .
Balas budi pun tidak , namun sebuah proses seperti telah mengenalkan mereka pada pribadi satu sama lain . hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah , mereka memulai sesuatu yg baru di kota asal Arum yg telah menjadi istri Fattah . dan pada kenyataannya seperti yg Nampak kini , keberadaan mereka nampaklah sukses .
Terakhir kali aku berbincang dengannya ( Fattah ) , di saat itu pula aku bertanya padanya yg telah ku anggap seperti kakak angkat ku sendiri tentang arti sebuah kebahagiaan . dan Fattah pun menjawab “ kebahagiaan itu adalah sesuatu , dimana sebenarnya orang2 di sekeliling kita , orang2 terdekat mungkin , yg memang kita cintai merasakan kebahagiaan pula “ .
Setiap kisah pasti memiliki latar belakang , sebab , dan alasan mengapa dan ada apa . dan di saat itu pula ketidak pahaman membuat orang2 berlaku gunjing . sebab dan akibat , serta penjelasan induktif terkadang membuat orang2 itu pula menjadi tidak tahu dan tidak paham .

Tidak ada komentar: