Dia , sedikit gelisah di raut wajahnya , sebuah ruang yg megah , dimana di dalamnya terdapat segelincir keindahan .sementara di balik jendela berkabut itu ia menatap hujan yg turun dengan derasnya . ga habis pikirnya tentang apa yg memang terlihat .Sesekali dia keluar dari ruang , masuk lalu keluar lagi dari sebuah pintu , sebuah pintu yg sebenarnya ga pernah terkunci untuknya . sesekali pula dia menadahkan ke dua tangan itu , pada rintik air yg gemercik dari langit , dia pun menengok ke atas , dan yg terlihat olehnya adalah langit yg begitu gelap .Kembali lagi di dalam ruang yg hangat , semakin dalam renungannya meratapi hujan yg ga kunjung henti .di balik jendela berkabut itu , dia malah bertanya siapa , dan ada apa gerangan disana , di ujung tatapnya di seberang hujan . seandainya payung .Payung itu pun ga pernah menjanjikan , semanis ucapan tuk selamatkan tubuh tanpa basah , agar semua menjadi nampak kepastiannya . sementara payung itu hanya lah sebuah keraguan yg penuh dengan pertanyaan .
Manusia bersayap , mahluk berhati pingwin , atau malah sang pemimpi besar yg tolol ... entah siapa aku sebenarnya ...
Total Tayangan Halaman
Minggu, 02 Oktober 2011
Di balik jendela berkabut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar