Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 Oktober 2011

Lelucon terkutuk

Selebihnya , dengan keisengan ini , aku merasa begitu mengutuk diriku sendiri. mereka kian menjadi hakim dan jaksa ku sekaligus , mungkin mereka pun kelak memburu2 ku seumur hidup . padahal aku ingin hidup dalam keamanan, dalam kedamaian , tanpa hakim , tanpa jaksa , dan tanpa beban yg menjerat . sementara kemarin jeruji yang ku anggap lelucon buat kalian membuatku bertanya apakah mungkin aku masih bisa diperlukan oleh diriku sndiri .
Aku hanya diam , ga ku bantah ataupun ku iyakan , seperti saat ku menemukan petuah si tua jamhur . lantas aku juga bukan lah dia (toer) yang semampu nya lantang berucap :  " inilah diriku ,  ku kembalikan smua padamu , ambilah smua , bunuhlah kalau memang sudah tidak berguna bagi kehidupan ."
Ya_ aku ga perlu orang lain , mungkin memang aku terlalu angkuh,  sebagaimana semua percaya ku yang telah teracuhkan .

memang nampak begitu gersang lidah ini berpacu ucap , namun ku pikir ini memang sebenar"nya lelucon penuh kutukan yang sepantas nya aku rahasia kan dari dunia yang selalu tertawa.

Tidak ada komentar: