Nadaku merambat pelan ,
mungkin
suara zaman kelak menghapusnya
aku tak bermaksud menyesali diri
mereka bilang ini perjalanan
disaat ,
angkuh kaki sang waktu menginjak2 ku dengan seribu kekalahan ..
Sekali , dua kali , bahkan sampai tidak terhitung kini
berharaf matahari terbit dari utara ,
tapi akankah ?
Kemudian ,
terkadang aku malah benci mulutku saat mulai berucap tentang sesuatu yg gaib ..
Rasanya ,
saat aku mencoba jujur pada perasaanku sekarang ,
aku memang sangat merindukanmu (Tuhan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar