Total Tayangan Halaman

Selasa, 05 Juli 2011

Seorang pecundang yg terpecundangi !

  Entahlah .. semua seolah menjadi rumit , karena ku pikir menulis bukanlah satu hal yg mudah untuk dilakukan . namun detik ini aku merasa begitu ingin menulis , karena aku suka menulis daripada hal nya menyisipkan memori ku dalam album foto atau semacamnya .

  Sudah ku tutup sebuah akun , sebuah status sebagai isyarat akhir ku serta kan , bukan tanpa alasan memang , karena ku pikir sosok tersebut adalah sebuah kebodohan , dimana di sepanjang aku melangkah bersama ia aku malah kian merasakan kesendirian , amat ..

  Aku hanya seseorang lelaki biasa yg sepertinya mulai terbiasa menafsirkan hari2 ku sebagai pertanyaan malam yg harus ku cari sendiri jawabannya , ga ada sosok kakak , teman , saudara , atau malah sesosok manusia bersayap yg ku harap datang di saat aku membutuhkannya , dimana aku merasa aku punya sedikit petunjuk , sebuah alamat mungkin , atau seperti suara yg menuntun langkahku menuju sesuatu yg seharusnya .

  Aku ga beropini bahwa dewasa itu adalah sesuatu yg mengerikan , semua yg datang semoga membuatku semakin kuat , semakin membuat ku mengerti pula bahwa sesungguhnya kehidupan ini memang lah indah . jika mengeluh itu membuatku semakin jauh dari rasa aman , maka kini coba ku tinggalkan , dan aku akan terus belajar tersenyum tuk melewati setiap rotasi 24 jam yg semakin terasa menyempit .

  Mungkin saat aku bercerita pun masih banyak hal yg ku rahasiakan , ya .. seperti itulah aku , karena aku ga mau jadi seseorang pecundang . manusia bersayap , ha3 ... kaw hanya seorang manusia berhati pingwin yg terkadang merasakan iba berlebih , bahkan rasa iba tersebut kian mengalah kan segala persepsi formil kehidupan yg sebenarnya , mengalahkan ego terhadap dirimu sendiri yg ternyata kaw ingin-ingini .

  Semoga sebatang asap membuatku mampu tuk tetap tegar , ini moment ke dua dimana aku merasakan hal yg sama , bahkan seolah note2 ku terulang ke dua kalinya . aku ga perduli idealogi , wajah sombong ini terlalu menyedihkan tuk menatap sesosok kalian dan para pecundang .

  Ungkapan bodoh , konotasi2 hiperbola , dan cerita yg ga seutuhnya ku ceritakan . ku ga berharaf manusia , karena mungkin langit pun ga kan pernah mengerti tentang rasa yg tengah ku rasakan . persetan dengan akal sehat , sebuah kontradiktif antara mimpi dan kenyataan .

Tidak ada komentar: