Iwan fals mungkin sudah kehabisan kata2 buat karyanya , karena kini ia sudah ga muda lagi .. Ibuku ga membesarkan anak2 bodoh nan tolol di rumahnya , persetan dengan kalian manusia2 jalang !
Adil memang adil , berita duka terakhir yg tersampaikan tiba di hari liburku . ga kebayang juga kalaw berita tersebut menyentuhku saat aku tengah di hari bekerja . yaps , aku bekerja , masih bekerja , walaw pekerjaan ku sekarang ga jua sperti yg ku haraf sebelumnya . sekali lagi terima kasih Tuhan buat segala nikmat dan anugrahmu .
Kemarin malam ku pacu sepeda motorku tinggalkan kota dan hari yg seolah teramat2 aku benci . seorang kawan menemani , reff hidup pasti berputar by ST 12 ga henti ia nyanyikan berulang . sepanjang perjalanan yg seakan aku acuhkan , tegar-tegar suara hati kcil yg seolah bertasbih . satu seperempat jam ku lalui , tibalah aku di sebuah warung pinggiran jalan dengan pemandangan hijaw yg sedang tertutup gelap kala malam .
Ku ungkap seutuhnya yg tengah terjadi , diam menjadi balasan , lantas sang kawan malah bercerita seolah membalik tofik pembicaraan sesaat . yg ia cerita kan adalah beberapa rekan se PT nya yg terpecat beberapa hari lalu dengan alasan produksi menurun karena menjelang lebaran . cakapnya yg lugas membuatku seolah menerima sederet ceritanya fasih . dalam benak , aku jadi teringat beberapa minggu lalu kala seorang kawan di tempat lama ku bekerja berkunjung ke rumah , kawan lama yg ku panggil dengan sebutan abang , seorang lelaki kepala tiga yg punya istri dan seorang anak . saat itu heranku berujung pertanyaan ada apa gerangan , sebab ga biasanya , bahkan setahuku jam bekerjanya begitu memaksa untuk meluangkan waktunya . ya , w di pecat jawabnya , over karyawan jadi alasan sang Tuan , padahal setahuku pula kalaw ia telah bakerja disana bukan dalam sebentar waktu , tujuh tahun telah di abdikan , walaw hujan walaw terik walaw terkadang sakit2 sedikit terabaikan , berharap dan berharap kasar ia berucap .
Belum usai lamunanku , seorang pria berkostum hitam pun datang dengan sebatang gitarnya . sebuah lagu dari kerispatih di tembangkan , sambung lamun dalam benakku " mantap banget vokalnya chuy " . kembali dan semakin dalam aku melamun , apakah pengamen itu punya ijazah , apakah pengamen itu punya rumah atau semacam kendaraan beroda dua seperti ku , apakah penghasilannya cukup menutupi kebutuhannya , apakah ia punya punya sedikit receh tuk membeli obat pada dokter saat sakit ga bisa di sembuhkan warung , apakah dan apakah . dan sederet pertanyaan itu tiba2 menyisip begitu saja , aku ga habis pikir , simpul ku Tuhan itu sungguh2 maha adil atas setiap karyanya , seorang pengamen dengan anugrah suara vokal yg jarang2 orang lain miliki termasuk aku , mungkin kelebihan tersebut bisa ia terjemahkan sebagai salah satu senjata tuk menyambung hidup .
Pemandangan gelap , hanya titik cahaya putih , merah , kuning biru dan hijau menjadi sudut keindahan dari ketinggian , udara yg semakin lama membuat ku terpaksa dua kali masuk toilet . pulangku adalah pulang , mungkin sedikitnya aku telah menghirup oksigen dengan sedikit polusi jika di bandingkan malam2 sebelumnya .
Sekembalinya ku pulang , hari yg nyata ku mulai kembali . ( sore tadi aku tengah berada di RSSC dan di rumah makan di sebuah taman keramaian ) , para suster yg dengan sibuknya mempolakan para sakit di depan ruang tunggu , para resepsionis apotik yg hilir mudik menyiapkan obat sesuai resep notes , para security dengan sigapnya sebrangkan kendaraan , para pelayan yg tersenyum saat para tamu memesan hidangan , tukang parkir , penjaga toko , anak2 penjual coet , calo di simpang jalan , sopir angkutan , dan begitu banyak seragam peran manusia di sekitarku . mereka dan profesi yg ku lihat begitu menakjubkan , Tuhan dan segala kuasanya telah mengatur semuanya sedemikian . ya , ya , dan ya , semoga aku mampu untuk senantiasa bersukur , walaw terkadang aku luput dalam kehilafan .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar