Kita hidup dalam kenyataan , bukan dalam imajinasi atau
piktif fantasi , planning A sampai dengan Z pun malah kadang terbantah , yg
tersisa adalah kata pasrah , karena sesungguhnya esok hari adalah misteri yg ga
pernah bisa tertebak . aku kembali di
kota ini bukan karena penilaianku tentang kota lain yg buruk , tetapi kenyataan
, yg ga pernah berniat aku meninggalkan , aku ga mau lari dari kenyataan ,
segetir apa pun , karena yg ku tahu manusia hanya punya dua peluang , yakni
seribu do’a atau seribu sumpah kecam orang lain.
Jangan pernah menggambarkan masa depan , terus melangkah itu
lebih bijak , bawasannya dengan idealisme itu sendiri manusia malah akan
merasakan takut pada jutaan hal . Hidup adalah seni , dan kepuasan itu ga akan
pernah bisa di nilai dengan dengan uang . setiap manusia punya kisah , setiap
kepala punya sejarah , aku bukanlah di antara mereka yg hidup di peradaban lama
, yg punya pengharapan agar zaman kemudian selalu mengenangnya .
Kenyataan terkadang pahit
, ga seperti apa yang kita bayangkan .
jalan hidup ga pernah bisa di ukir , takdir itu milik Tuhan , dan semua
berjalan , dan terus berjalan . hidup adalah kejujuran , bukan dusta dan dusta
yg terus mengakar menjadi kebohongan nurani , lebih baik menyesal daripada
seterusnya kebohongan itu malah menyiksa diri . Gelora muda , ini adalah rasa
yg tercipta dari kolaborasi warna , dimana karya yg terlukis itu menyertakan
tekhnik dalam mengafsir atau pun
bayangan . tebal dan tipis nya menjadi sebuah selera , kontras , skala ,
imajinasi , serta serentet total konsentrasi . sementara rasa demi rasa itu ga akan
pernah padam , maka semampu ku ingin mencoba menebus mimpi .
Jika mereka bertanya tentang apa yg ku bisa , setidaknya aku
akan menjawab bahwa aku mau belajar . setidaknya , kemumetan adalah jawaban
dengan versi yg kritis , padahal segala
yg terjadi itu akan segera terkenang . yg baik terlupakan , dan yg bodoh selalu
abadi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar