Total Tayangan Halaman

Selasa, 29 November 2011

Prosedur


Teks , bukan ayat , dan sekumpulan teks ini bukanlah teranggap kitab . ini hanya kalimat yg terbuat , bukan saduran atau terjemahan yg kian hari makin menyesatkan ( di persalahkan ) . mungkin ini selembaran kisah kesaksian , secara akalku menatap dan mencerna segala peristiwa , yg hadir , dan aku terima .
Lebih indah berbicara soal hikmah , dari pada berceloteh tentang baiknya dunia yg ga pernah ada ujungnya . aku bukan nabi ( apalagi Tuhan ) , aku ga berharap eksistensi , terlebih saat aku Nampak ga berhak layak sebagai sebuah konteks yg mungkin indah di dalam sejarah .
Aku mencari , aku menjejaki setiap teksis  megah sebagai teori tentang perbekalan masa depan . namun inspirasi yg beruntun menghampiri , malah terpikir menjerumuskan aku sebagai mahluk dalam jeratan duniawi .
Maka perkembangan seperti apa ? ( di saat orang2 tua kian melupakan anaknya ) . mata yg semakin jauh , telinga , hidung , mulut bahkan pemikiran yg semakin melenceng  dari prosedur ( kodrat ) . ya_ prosedur ga lepas dari sebuah landasan , landasan yg bukan sekedar fakta ilmiah , atau koreksian atas apa yg di persalahkan ( rancu , sanksi , atau plinplan alias ga konsisten ) , namun realita berlogika .
Fanatik pun tidak , setidaknya kala aku di lahirkan oleh ibuku , aku telah mendapat sebuah anugerah yg luar biasa . bukan serupa tahta atau pun kasta , namun sebuah agama . serangkai peristiwa , pra lahir , kelahiran , kanak2 , baligh , dewasa , miskin , kaya , keadaan , tua , sehat , sakit , cacat , mati , sesudah kematian , sesudah kehidupan , beserta hak juga kewajiban .
Semoga aku kelak ga menjadi seorang anak yg salah bermimpi ( wahai Tuhan ) .

Tidak ada komentar: