Mungkin ini adalah teks naratif yg ga pernah menjelaskan apa2 . ini juga bukan percakapan dunia yg punya banyak karakter serta idealisme . dalam fhase ini alurnya memang melambat , dan saya ga mempercayai apa yg sebenarnya saya ketahui .Keangkuhan dan keegoisan , padahal semua ini telah saya pasrahkan . terkadang , setan dan malaikat , saya bukan di antara kebimbangan , tapi saya butuh motifasi yg lebih gila lagi dari apa yg telah tersia-siakan . Ya_ angan2 ini melayang lagi , seakan esok ada jawaban indah yg pasti datang . padahal saya tahu , bahwa saya ga akan pernah hidup dalam bahasa seandainya .Semua kembali seperti awal , kosong , dan semua lelucon kian memaksa saya asing . Guntur yg pecah di langit hitam , ini seperti kehilangan rangka dalam badan . saya ga melangkah , bahkan cita2 pun ga menjanjikan saya tentang harapan , atau pun sekedar penantian yg berjalan dengan manis .Tuhan .. Enstein bilang “ ketika sebuah sketsa yg itu2 saja , berulang di mainkan , seribu kali pun hasilnya akan tetaplah sama “ . sementara setahun sudah revolusi itu dinyalakan , bermacam teori simple untuk perubahan , tetapi kini yg tersisa hanyalah kebuntuan . Pesimis pun tidak , walau nyatanya saya hanya diam , karena bintang yg saya harap pun ga kunjung datang .Apa yg salah , apakah orang2 disini , yg saya temui setiap harinya , atau mungkin tempat saya bersinggah , hah .. entahlah . saya juga berpikir , tentang apa yg sebaiknya saya pikir ( dalam keramaian atau keterasingan ) , apa malah saya tidak harus berpikir , mungkin mengosongkannya ( seperti lemari yg isinya dikeluarkan , lalu diganti dengan hal2 baru ) .Kompleks , saya memang depresip , apalagi ketika semua teori dan sketsa revolusi saya ternyata hancur . rapuh , bagai tulang yg ga bertemu ujung2 patahnya . berharap sebuah keajaiban ( mustahil ) , saya memang bodoh , juga goblok , sekaligus gila .Keadaan seperti ini , lemah lebih dari orang yg cacat , bukan karena cinta atau sayap yg patah , tetapi karena idealisme yg terbantah .ini bukan medis , melainkan kejiwaan , terlebih saya telah berucap , bahwa saya akan tetap menunggu ( konyol ) . Tuhan , saya tahu , bawasannya hanya engkau yg ga berpaling wajah ( amien ) .
Manusia bersayap , mahluk berhati pingwin , atau malah sang pemimpi besar yg tolol ... entah siapa aku sebenarnya ...
Total Tayangan Halaman
Kamis, 17 November 2011
Saya marah pada langit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar