Bermacam dialog yg ga habis dalam perbincangan saya , saya pula ga sedang membahas semua ini secara implisif . yg saya temui kemarin malam adalah suasana hinar , cahaya yg berpantulan , perasaan dingin dalam keramaian , dan beberapa bunyi2an diatas yg membuat saya sesekali menengoknya . ya , ini memang bukan latar saya , karena saya dalam kebiasaan sebuah rutin yg monoton . di tempat yg keadaan terangnya bukan karena sinar mentari , di tempat yg keadaan gelapnya lebih dahsyat dari gerhana , di tempat yg di udaranya minim O2 , dan di tempat yg bermacam persepsi hadir di dalamnya .
Masa lalu yg kelam , masa depan yg suram , dan ketika seribu logika mereka menggenangi setiap inchi sel2 di otak saya . maka berbahasa pun belum dalam kepastian , karena saya masih serupa manusia yg menunggu sebentuk karakter di dalam teater . jika pesan itu mungkin terbaca Tuhan , saya haraf ia ga lantas menertawakannya . kemudian teori fantasi saya yg kadang irasional ini semoga ga hanya selayak celoteh para kreator tolol . jika mereka para dewasa itu bilang mengapa mesti takut , sementara yg kita bincangkan adalah mari percaya Tuhan .
Mungkin mata ini harus lebih terasah tuk menatap indahnya alam raya . manusia , tokoh , karakter , etika , syukur , Tuhan , setan , malaikat , alam , kota , desa , menang , kalah , sesak , bernafas , ego , gersang , dingin , siang , malam , cinta , fantasi , perasaan , nyanyian , komentar , idealisme , terbang dan tenggelam . semua orang itu guru , semua orang itu inspirasi , kau , dia , juga mereka . thanks God ! I just wanna life while I alive , coz I ain't gonna life forever .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar