Total Tayangan Halaman

Selasa, 30 Agustus 2011

Harmoni

Dunia ini begitu aneh kawan , saya coba memahaminya malah saya ga pernah memahaminya . saat itu ketika Ibrahim AS di perintahkan Allah tuk mengorbankan ismail lantas ia menyanggupinya . tapi hal tersebut bukan beralaskan kebencian ( perang ) , tapi karena kesetiaan dan cinta kasih . sebelumnya ia hanya berucap bahwa ia ga akan pernah membiarkan anak2nya dalam hasutan orang2 asing ( syetan ) .
Tempat ini pula begitu aneh , terkadang saya harus melepaskan pakaian saya karena begitu panas radiasi matahari dari barat saat senja , atau malah saya harus melapisi tubuh ini dengan selimut merah saya karena sang malam kadang membuat saya begitu merasakan dingin , benda2 mati yg ga punya canda , semua ingatan , dan mungkin ini memang tempat saya menyembunyikan setiap dunia saya .
Saya ga tau harus mulai ini darimana , berbicara soal perasaan mungkin begitu sulit saya lakukan  , seperti halnya dia yg saya nilai butuh kursus berbicara tentang sebuah perjalanan . dua hari ini sepi begitu menyelimuti saya , rutinitas yg tengah berhenti sejenak , seseorang yg telah izin tuk pergi beberapa saat , acara yg saya ga punya , keadaan rumah yg seolah baik2 saja , dan penyakit aneh saya yg tiba2 begitu pekat kambuh saat ini .
Mungkin sebuah catatan lebih baik , ketika sebuah hubungan di tuntut kepada saya , dia yg saya pikir begitu indah , semoga segala persepsi ini benar , dan saya akan mencoba segala hal yg saya pertanyakan bermulai dari diri saya . pernyataan pahit atas sebuah karier tahun ini , planing saya tuk tinggalkan kota ini , mungkin tertahan oleh sebuah cinta , seseorang dan mereka yg menjadi inspirasi saya , saya harap saya akan mampu bertahan .
Harmoni kehidupan yg saya saksikan dengan mata saya , pengorbanan , serta ucapan2 dahsyat yg saya dengar , seolah memberikan saya sebuah jawab tentang satu pertanyaan saya , mengapa seseorang mampu begitu diam ( sedikit menggaruk kepala lantas tersenyum ) . diam begitu hebat bahkan ketika seseorang mampu menyembunyikan perasaan aral ( tentang rasa dan rutinitasnya ) . saya begitu kagum , secontoh saat saya mulai sadar bermacam propesi itu ada resikonya , dan ketika ayah saya malah tertidur di waktu sempitnya .
Ya , berbicara soal ayah , yg saya saksikan sebelum ini tentangnya adalah sesosok yg punya ego cukup tinggi , mungkin pola pikirnya yg bilang bahwa seorang lelaki harus lebih tinggi atas persepsi mereka kaum hawa . tapi kini seusai moment2 gila beberapa saat terakhir saya pula menyaksikan perubahannya , secontoh kesetiaan yg luar biasa terhadap nasib , hari2nya , mimpi2nya , putra2nya , dan semua konsekwensi terhadap real life dan pencipta . Semua yg ada , ukuran , status , pangkat , jabat , harkat , dan sekian peristiwa dalam hidup ini , baik yg indah atau membosankan , yg megah atau menyedihkan , itu sudah jadi spek dan standar diri . kenapa berukuran ? kenapa beraneka ragam ? karena itulah harmoni kehidupan .
Mungkin banyak hal yg ga dapat saya perbaiki atau saya wujudkan , seperti katanya , karena saya pun adalah seseorang yg percaya pada kuasa Tuhan . tapi saat itu seseorang berucap pada saya , bertemu hal2 yg sebelumnya telah termimpikan , cinta , hari2 yg baru , profesi yg terpilih , pembelajaran , moment , inspirasi bahkan kawan2 yg kemarin hari saya temui kembali . berbicara pun mungkin kalian ga kan mengerti ( saya berpikir diam ) . 

Ga ada kaktus tanpa duri , ga ada alkohol yg ga memabukan , manusia yg ga luput dari khilaf , manusia ! bukan jibril , atau malah anak Tuhan .. minal aidzin all !

Tidak ada komentar: