Berkelahi dengan diri sendiri
Bait paling menakutkan dan menyulitkan yg saya temui ialah menerima diri sendiri secara utuh , dan hal yg paling sulit terbuka ialah pikiran yg tertutupi . sebab ga ada satu pun manusia di muka bumi ini yg sempurna , lebih spesifiknya ya suatu ketika kita sadar bahwa ternyata teramat banyak hal di dalam diri yg menyatakan kita tertinggal . sementara kita mencoba pun selalu saja ada batasannya , sempitlah jalannya , atau gersanglah sangat atap langitnya .
Saya ga bercerita tentang seorang anak yg ikut dalam tuntunan bapak , menuju tempat yg belum pernah ia tengok sebelumnya , lantas sepanjang perjalanan itu kerikil tajam , lumpur , duri-duri , dan ilalang mengawasi , menghalangi langkah bahkan luka menyertai kaki . habis gelap terbitlah kelam , menyedihkan , bahkan ga ada alasan yg seolah begitu tepat untuk melawan para pendusta jalanan .
Setan atau malaikat , hujan atau kemarau , tumbuh atau pun runtuh . semua pertanyaan itu datang , dan ternyata saya hanya diam , dan saya ga melakukan apa-apa di depan kebodohan saya . berharap sang Tuan yg sebijaknya memberikan jawab tentang perbedaan antara saya dan mereka . oh mungkinkah pohan rindang , matahari senja , hembus angin dari surga atau alas hangat rerumputan itu tiba-tiba datang dengan begitu saja .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar