Total Tayangan Halaman

Minggu, 18 September 2011

Mencangkok geraham si Nyonya besar

Bertanya pada langit , langitnya malah tertawa , dia bilang " saya kawan anda " . menjadi detektif pun ga perlu lah , toh saya ga sedang terburu-buru untuk hal tersebut . jika saya membahas suatu masa , itu cuma sekedar saya jadikan tolak ukur . lebih pun ga tentu , karena saya hanyalah saya .
Biar mulut itu terkunci , biar mata itu bersandiwara , karena saya pikir saya hanya tertawa . saya bukan si mewah , saya bukan si tahta atau si kasta . perlawanannya berbeda jika dibandingkan dengan kisahmu kawan . ini riset besar , bukan halnya mimpi tolol dan sistematika faraukh (kaum fir'aun) yg kau lakukan .
Mulut itu akan terbuka sendirinya , mata itu pun akan bertobat sesudahnya . karena saya pikir geraham ga berarti tanpa cabik dan potongan . mungkin sulit , atau masih belum terbaca , mencangkok geraham si nyonya besar .

Tidak ada komentar: