Total Tayangan Halaman

Sabtu, 17 September 2011

life is the void part. 12 ( four years her cryin )

Didalam hidup terdapat banyak hal yg ga selamanya kita saksikan , sesekali berpapas namun terkadang kita ga mengenalnya . acuh , atau mungkin karena ga ada rasa tertarik . tapi kenal dan ga kenalnya itu memang kuasa Tuhan . kenapa , karena tidak kenal mungkin lebih baik dari pada kau menangis .

Hidup adalah misteri . kejayaan , tawa , menang , awan , langit , bintang-bintang yg berkilauan diangkasa mu , suka cita , lalu redup . lebay memang , tetapi di saat kau mulai menyelami arti sebuah perasaan mungkin kau akan memahaminya sendiri .

Saya memang bukan psikiater yg dengan bijaknya mampu membaca perasaan , membaca mata , mengartikan gerakan kepala dan tubuh , mimik , juga ucapan-ucapan yg penuh dengan konotasi-konotasi hebat yg kadang bercampur dengan sketsa ketidak jujuran . seniman pun bukan , karena saya pikir seniman adalah mereka orang-orang baik di suatu negeri yg hanya diam lalu pergi dan menghilang .

Saya hanya orang yg sejujurnya amat membenci kemunafikan . sementara pembodohan serta pembodohan adalah sumpah serapahnya mereka , para setan yg terkutuk . begitu tinggi bahasa saya , memang , karena saya ga berpikir bahwa masa depan itu adalah mimpi , dan mimpi itu berawal dari tidur .

Pemikiran tolol untuk sebuah hal yg mustahil . tapi saya memang sudah kalah berpoint-point . semesta pun bicara , semesta pun berteriak , dan semesta berusaha begitu kerasnya menahan derai air mata . semesta ga punya mata , semesta ga punya telinga , bahkan semesta ga punya hati untuk membaca siapa gerangan saya . tetapi saya ga akan berhenti mengalirinya . saya yg mencoba ga memikirkan masa depan , karena bawasannya masa depan itu akan sebenar-benarnya datang . keberuntungan yg ga mungkin di pilih , maka seyakin saya keberuntungan kelak memilih saya .

Tidak ada komentar: