Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Februari 2012

Gedung Soelarto Lt. 4 kamar 402


  Hidup , apa sih itu hidup , apakah disaat seseorang bisa mendefinisikannya maka orang tersebut bisa di bilang cukup . pekerjaan , bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja , mereka bilang jangan pernah biarkan suara lucu anakmu itu menghilang karena lekang oleh waktu , dimana kau ga pernah menikmati itu bersamanya karena sibuk .
  Lalu pernahkah kita merasa jemu , jenuh berlebihan , kalah , gagal dalam rencana , jatuh , depresi , impresi , dimana rasanya kita ingin menangis tetapi umur sudah ga memadai . ha2 dewasa itu terkesan mengerikan . yg punya uang ga punya cerita , dan yg punya cerita belum tentu punya uang , malah kadang terpikir hidup ini serba salah juga .
  Memang gampang kalau hanya berucap hidup itu di nikmati , tapi konsepnya seperti apa , nyatanya di negeri ini tuh menuntut kita serius untuk bangun sebuta pagi , bermacet-macetan , kerja berlama-lamaan , just say hello to the sun , dan kembali di selarut malam . ya kalo ga seperti itu mana bisa kita kompetitif , iya kalo yg kalo yg idupnya rata2 aja , tapi kalo yg banyak cobaan harus gimana .
  Kata hati , ya itu mungkin lebih baik , yg hidupnya serba bisa tapi ga berpenghasilan buat apa , terus yg kontrakannya 50 pintu tapi seminggu 2 kali cuci darah ya buat apa juga . sukses tuh bukan materi , tetapi ketika kita ikhlas menjadi diri kita , nah kalo yg idupnya kaga pernah ikhlas gimana tuh , ya paling gajian 10 juta terus utang nya 12 juta lah , ha3 .
  Tetapi ketika berada di tempat itu aku malah berpikir ingin menikmati kesesaatan ini dengan kebahagiaan menurut kata hati , karena aku melihat tempat itu melambangkan kefrustasian . bukankah dunia ini begitu luas dan indah , lalu kenapa mereka ada dan hanya terbaring atau terduduk saja . ya aku bersyukur , walau di antara rekan2ku aku merasa tertinggal , tetapi disana aku merasa sebaliknya sebaliknya .

Tidak ada komentar: