Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Februari 2012

Hukum serba salah .


  Dia datang beriring asap yg terhembus dari sebatang rokok yg mulai ku nyalakan . saat itu dia kembali bercerita , ketika dia malah memohon ampun kepada Tuhannya dan kepada dirinya sendiri , sementara itu kerena dia yg terkadang berpikir so cerdas , toh sekali pun orang berucap jika dia itu cerdas sejujurnya yg dia pikirkan adalah sebuah antonym , atau malah dia menilai ucapan tersebut adalah sebuah litotes .
  Sambung cerita , Suatu malam ketika dia berada di antara mereka , orang2 yg dia pikir kalangan cerdas , ketika itu pula dia merasa distorsi tumpang tindihnya konsep sebuah kompetisi itu mulai menjulang . disana ga ada lagi obrolan yg bercerita tentang kaum sekunder , atau orang2 yg sebenarnya hidup tapi ga merasakan kehidupan .
  Kebiasaannya yg aneh , yg terkadang  lebih suka berada di antara mereka orang2 tua di bandingkan orang2 sebayanya , telah memicu sebuah karakter  intim di dalam dirinya sendiri . karakter yg aneh pula memang , tetapi disana dia bertemu satu hal dari banyak kisah perjalanan , dimana kesuksesan itu adalah sesuatu yg tercurah dari do’a2 pelopor cita2 . itu juga yg menyebabkan manusia itu berbeda2 antara satu dengan yg lain .
  Sudahlah bermimpi , seseorang berucap padanya untuk berhenti bermimpi , dan berjalanlah dalam kenyataan . do’a seperti apa dia pun ga pernah mengerti , sejak lahir dia merasa hidupnya adalah sebuah mimpi , dalam tegasnya sesampainya pun aku di babak ini , itu karna aku telah berhenti bermimpi , dan sesungguhnya aku telah memulai perjalanan nyata ku , walau begitu menyedihkan dan manusia ga pernah paham hal itu “
  Dia menaruh ke dua belah telapak tangannya itu di atas wajah , kemudian dia berkata “ Jika A adalah dimana orang2 melihatku begitu sukses , tetapi disana aku kehilangan kebahagiaan dan B adalah dimana aku berikutnya  dalam kemiskinan amat tetapi aku mencicipi kebahagiaan , maka aku segenap jiwa ku ga akan pernah memilih ,karena itu bukanlah sebuah hak , dan aku akan membiarkan takdir itu terus mengalir membekukan sang waktu “ ( hukum serba salah ) .

Tidak ada komentar: