Dia datang beriring asap yg terhembus dari sebatang rokok yg
mulai ku nyalakan . saat itu dia kembali bercerita , ketika dia malah memohon
ampun kepada Tuhannya dan kepada dirinya sendiri , sementara itu kerena dia yg
terkadang berpikir so cerdas , toh sekali pun orang berucap jika dia itu cerdas
sejujurnya yg dia pikirkan adalah sebuah antonym , atau malah dia menilai
ucapan tersebut adalah sebuah litotes .
Sambung cerita , Suatu malam ketika dia berada di antara
mereka , orang2 yg dia pikir kalangan cerdas , ketika itu pula dia merasa
distorsi tumpang tindihnya konsep sebuah kompetisi itu mulai menjulang . disana
ga ada lagi obrolan yg bercerita tentang kaum sekunder , atau orang2 yg
sebenarnya hidup tapi ga merasakan kehidupan .
Kebiasaannya yg aneh , yg terkadang lebih suka berada di antara mereka orang2 tua
di bandingkan orang2 sebayanya , telah memicu sebuah karakter intim di dalam dirinya sendiri . karakter yg
aneh pula memang , tetapi disana dia bertemu satu hal dari banyak kisah
perjalanan , dimana kesuksesan itu adalah sesuatu yg tercurah dari do’a2
pelopor cita2 . itu juga yg menyebabkan manusia itu berbeda2 antara satu dengan
yg lain .
Sudahlah bermimpi , seseorang berucap padanya untuk berhenti
bermimpi , dan berjalanlah dalam kenyataan . do’a seperti apa dia pun ga pernah
mengerti , sejak lahir dia merasa hidupnya adalah sebuah mimpi , dalam tegasnya
“ sesampainya
pun aku di babak ini , itu karna aku telah berhenti bermimpi , dan sesungguhnya
aku telah memulai perjalanan nyata ku , walau begitu menyedihkan dan manusia ga
pernah paham hal itu “
Dia menaruh ke dua belah telapak tangannya itu di atas wajah
, kemudian dia berkata “ Jika A adalah
dimana orang2 melihatku begitu sukses , tetapi disana aku kehilangan kebahagiaan
dan B adalah dimana aku berikutnya dalam
kemiskinan amat tetapi aku mencicipi kebahagiaan , maka aku segenap jiwa ku ga
akan pernah memilih ,karena itu bukanlah sebuah hak , dan aku akan membiarkan
takdir itu terus mengalir membekukan sang waktu “ ( hukum serba salah ) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar