Dia bermunajat kepada
Tuhan ,
Sesungguhnya engkau ( Tuhan ) yg
mengesankan aku kepada mereka tentang
sesosok wajah yg tampak begitu pasrah , padahal aku paham bukan itu yg termaksud ,
tetapi dimana engkau tengah menguji
kesabaran dari seorang hamba .
Demi penguasa bumi dan langit wahai Tuhanku , yg maha tahu tentang
sejagad raya ini , baik
dunia juga akhirat . bawasannya ketika Adam di turunkan ke bumi karena
terhasut syetan untuk memakan qhuldi’ , itu
bukanlah serupa kecolongan belaka dari amatanmu , melainkan karena engkau memanglah maha rahasia
dan maha berencana ( menaqdirkan ) .
Lalu dia berkata di
sebelahku ,
“ Jika memang kebenarannya hukuman itu datang karena sebuah kesalahan
beliaw , maka seseorang manakah yg adanya di penuhi dendam karena dia melainkan
saya , sementara saya yg ga pernah menyadari semua itu sebelumnya , memang adalah yg menaruh dendam begitu
sangat tentang kisah2 masa lalu “
“ Maka ampuni saya Tuhan , saya sama sekali ga bermaksud , toh adanya
saya yg seperti ini pun karena efek dari masa lalu yg secara ga langsung
teramat jauh dari kata ikhlas . dan jika seandainya memang beliau melakukan
kesalahan , itu bukanlah serupa kata yg termaksud , karena itu hanya sekedar
tata cara lahiriah dari seorang karakter .”
“ Cabut hukuman itu Tuhan , jika memang sebenar-benarnya sebuah kesalahan
telah tercurah kepada saya yg begitu mendendam secara tidak sengaja . Amien “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar