Sebenarnya aku ga pernah berniat untuk menuliskan judul seperti yg ada di atas , malah sebelumnya aku selalu membayangkan jika suatu saat aku akan menulis sebuah notes dengan judul “ Awal yg baru “ . tetapi kenyataan bicara lain , seperti ucapan di notes sebelumnya , “ seindah-indahnya engkau berkhayal mendapatkan kendi emas di ujung pelangi , tetapi yg kau dapat malah beberapa biji keripik jagung “ .Aku ga pernah menuduh seseorang pun melainkan kesalahan itu sebenarnya mengalir dari diriku . Tuhan itu maha indah , seindah masa di saat kita belajar sains dengan ilustrasi yg secara langsung dari tubuh dan alam di sekitar kita , daripada belajar fisika yg mana ilustrasinya harus dalam bentuk penggayaan , sedangkan terjemahan penggayaan tersebut jarang sekali di realkan oleh seorang pun guru di negeri ini .Dia kembali bermunajat kepada Tuhannya , “ jika memang benar adanya kesimpulan dari semua materi yg telah semampuku coba terjemahkan itu adalah ketidak sempurnaan , maka semua itu ku kembalikan padamu wahai Tuhan , karena yg ku tahu sesungguhnya yg maha berkehendak hanyalah engkau . hanya satu pintaku kelak , semoga kiranya jika memang itu yg terbaik untuk beliau di dunia mu yg serba sementara ini , maka berikanlah kesempurnaan itu nanti , di saat beliau tengah berada di taman firdaus . agar sekiranya beliau mampu berlalu lalang sambil tersenyum disana tanpa harus terbantu oleh semacam alat apapun , amien “
Manusia bersayap , mahluk berhati pingwin , atau malah sang pemimpi besar yg tolol ... entah siapa aku sebenarnya ...
Total Tayangan Halaman
Selasa, 07 Februari 2012
Sebuah hari yg ga pernah datang .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar