Rumus mencari nilai kecepatan rata2 , yaitu jarak berbanding
terbalik dengan waktu . 2002 , rumus mudah yg membuat perasaan congkah itu
sirna , melucuti angka 14 dari 900 peserta . kelas 1-4 , sebuah kelas dimana
semua pembelajaran itu berjalan cepat , kompetisi tingkat tinggi bidang studi
versus attitude . si anak keriting itu merangkulku , intelejensi mutahir , aku
pernah berada di antaranya .
1998 , mereka , anak2 cerdas , pemuda cilik dan gadis kate
yg berkejar2an di halaman yg ada tiang bendaranya itu , ga pernah menerima ku
di antara permainannya , aku memilih , dan brandal2 putih merah itu memberi
tempat buat si pecundang , mereka , cunguk berstatus raport ga naik kelas , aku
bersama mereka , tapi aku tetaplah aku , aku berreputasi .
Sebatang asap , 2004 , mereka mulai mengajakku bermain ,
eksplorasi , saat itu ayahku mengembalikan tujuh batang rokok yg di temukannya
di kemeja kotak2 di lemari ku . berlanjut seorang abang2an yg malah meracuniku
dengan kretek dan kopi hitam yg pahit . semenjak itu pula , asap menjadi bagian
hidupku , menjadi sahabat , juga menjadi musuhku .
Pilihan , takdir , pilihan , takdir , entahlah , 2005 . aku
hanya berpikr , aku ga mau sesak dalam ruang yg penuh kekangan , ternyata
pilihan telah menjadi takdir . langit berbisik di telinga ku , jika ternyata
ada banyak kota di negeri ini . saat itu bahasa daerah ku gunakan sekedar waktu
. dan ketika itu pula , seorang ibu bertanya mengapa , dan ku jawab , karena
itu kita di perkenalkan .
Keirian ku begitu sangat , sementara rekan2 lain di damping
orang tuanya , namun aku tidak ,1996 . disaat itu untuk pertama kalinya aku
mengenal huruf , angka , kata , kalimat , serta tanda baca . si cengeng ini
mulai merasakan bawasannya aku telah memasuki dunia formal .
Ga pernah ada selembar foto ku balita , 1992 , seingatku ,
seorang bude , jongos , di sebuah rumah dua lantai , dan disaat aku berada
disana aku mulai merasakan apa itu makna ketinggian . dan setelah itu penyaksian
hijrahnya orang tua ku memilih sebuah sawah yg kini telah 180 derajat berbalik
sebagai gubuknya . nyali besar , keinginan besar , dan keajaiban .
2001 , teladaniti , pemilihan , kompetensi , kekalahan , aku
mulai mengenal kaum cerdas itu sikap sempurnanya sudah berbeda . si gendut
berkacamata itu menyodorkan lengan kanannya berkenal . dia juaranya , tadi nya
ku pikir bahwa si cerdas itu harus gendut dan berkacamata , tetapi tidak . itu
sebuah kesalahan .
Asap lagi , pagi buta , kakek2 horney , dan semua dewasa
bahkan tua yg beraktifitas tanpa adanya cahaya . 2007 , sepeda motor hancur ,
dan semenjak itu sahabatku ( dia ) , kerap menemani setiap penyesalan diri .
udara yg menusuk , hujan , bahkan ga hujan pun dinginnya begitu amat sangat
.aku mencoba kuat , karena aku ga mau di bilang lemah .
1994 , mereka bilang aku ini ekornya ayah , hijaw , alam ,
sawah , air yg mengalir , danau kecil , rakit , padi yg menguning , keong mas ,
belalang , bunga teratai , eceng gondok , kacang2an , jagung , sebuah bukit ,
alang2 , kemiringan sebuah lereng , tempat yg lebih tinggi dari pada rumah dua
lantai .
Aku menatap , sebuah program , mungkin dengan mata kepala ku
sendiri , 2008 , seseorang , seorang ayah , dan seorang suami , sebatang
cangkul tumpul, tanah yg tandus , sebuah tapal pondasi untuk tembok beton pun
di gali , tapak cangkul terus berpacu keringat , tubuh kurus , beban yg syarat
, setengah putus asa , kehidupan .
2010 , riset , mahluk hidup itu bukan manusia saja ,
tumbuhan , hewan , mereka hidup , ga seperti hidupnya para mesin dan robot .
saudar a , kelicikan , pembodohan , peperangan sedarah itu lebih menjijikan
dari air liur anjing . pembentukan , imajinasi , gerak , grafis benak , teori
itu mudah , praktik itu menyedihkan . keras kehidupan , bahkan bahu yg kekar
itu hanya tampak , karena beban yg amat berlebihan .
14 April , seperti yg mereka bilang , kegelapan awal , bulan
yg suci , tapi itu sebuah kesalahan , karena aku tidak di lahirkan di tanggal
tersebut . 14 April , surprise terindah , kado terpahit , ku pikir semua
terselesaikan , tapi ternyata semenjak itu semua berawal , ucapku tentang
sebuah tantangan besar nyata di hadirkan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar