Total Tayangan Halaman

Kamis, 29 Desember 2011

Seniman katro atau psikiater amatir ?



Entah apa yg mau saya tulis , namun saya pikir menulis lebih baik , disini  saya tidak perlu menentukan intonasi , saya tidak perlu menentukan komposisi , saya tidak perlu menyusun nada2 begitu teliti . saya bingung sedang menunggu apa , apa yg saya tunggu , saya juga ga tau apa yg sedang saya harapkan , mengharapkan yg ga pernah saya tau .
Seniman katro , atau psikiater  amatiran , saya ga pernah bisa memfrediksi sebuah keadaan , saya bukan peramal , yg pergi akan menangis , dan yg baik namun tercekik itu malah membahas surga . ya Tuhan , dosa apa , apakah ini sebuah dosa .
Bukankah kehidupan ini relatif , bahkan di saat kaw terduduk manis selalu ada resiko membayangi . dan semua kemungkinan bisa saja terjadi . apakah nafkah yg haram , sementara saya  malah menyalah2kan orang tua saya .
Ya , saya ga punya target , jadi saya akan biasa2 saja seperti orang bodoh yg ga paham jika seandainya saya telah gagal . waktu terus bergulir , sementara haruskah saya menyingkir , di saat dunia kian mencaci sebuah kejujuran .  cukuplah , ha3 , toh berpikir pun hanya membuat saya lelah . mungkin ini jelmaan ruang dan waktu yg bisa saya dongengkan kepada sisi lain saya .

Tidak ada komentar: