Total Tayangan Halaman

Kamis, 29 Desember 2011

Saat ilmu pengetahuan terbantahkan .



Teori , sistematika dalam semesta , keberuntungan , langkah , kalah , atau menang . hidup mencari jawaban , mimpi , ya atau tidak , dan semua di kembalikan . ini satu kisah yg di sampaikan seorang guru SD ku dulu . entah kisah ini bermakna atau ga , aku hanya ga pernah bisa lupa .
Suatu masa ada seorang professor  yg begitu jenius dalam bidang genetika . kejeniusannya melebihi rata2 manusia biasa , tapi sayang dia memliki satu kekurangan , kekurangan nya yaitu dia di anugerahi wajah yg amat begitu jelek . bahkan wajah jelek itu ga seperti manusia biasa .
Di dalam perjalanannya , dia begitu sukses dalam berkarir , tetapi dia ga punya seorang pendamping . ga satu pun wanita yg mau kepadanya , dan akhirnya dia pun kesepian . di tengah kesepiannya dia berpikir , setidaknya nanti kejeniusannya itu harus terwaris .
Kemudian dia melakukan pencarian , dan dia pun berhasil menemukan seorang wanita yg berucap ya untuk dirinya . wanita itu cantik , luar biasa cantik , namun ternyata wanita itu idiot . professor itu berpikir , berpikr , berpikir , dan terus berpikir . berhari hari dan bermalam malam .
Setelah itu dia mengambil kesimpulan , setidaknya nanti keturunannya berpeluang berwajah rupawan juga jenius . sebelumnya dia melakukan riset genetic pada kromosom si wanita juga dirinya sendiri , dan dari riset tersebut dia menemukan hasil kalau , gen kejeniusannya itu dominan , tidak dengan wajah jeleknya , dan sebaliknya pada si wanita , yg mana gen ideotnya relative , tetapi wajah cantiknya dominan . Akhirnya mereka pun menikah , si professor begitu yakin dan optimistic atas frediksinya .
Tujuh tahun kemudian , yg Nampak di sebuah rumah itu adalah seorang mantan professor yg menderita gangguan jiwa , istrinya yg idiot , dan anaknya yg berwajah amat jelek juga idiot . prediksi hanyalah prediksi , satu tambah satu tidak sama dengan dua , relatifitas , dan kuasa Tuhan .

Tidak ada komentar: