Dan , mata ini belum kembali dalam istirahat'a ..
Ga selayak'a cerpen biasa , kami mengetik'a tanpa ada dialog dan kosakata , He2 , tawa khas dari bibir yg lebar ini , kadang pun kami malu untuk menampilkan'a , tapi ga peduli sudah , kami sambung kembali asap ini lewat sebuah puntung yg meredup , " satu , dua , tiga dan mereka pun telah pergi tinggalkan kami , bersama kawanan'a , didalam asbak buah tangan yg memalukan . "
" dimana kaw mengenal'a ? " ( selubung asap itu seolah brtanya )
kami pun menjawap " entahlah , mungkin ini gariz sang maha kuasa ."
kemudian semua kekosongan ini kembali diam , seolah semua nampak semakin hening , ga ada luka , ga ada ringis , kami malah tersenyum ( padahal terhentak , terseret , setengah gulingan , benturan , klimaks , dan trouble itu baru saja datang ) , walaw hitam kami sedikit bengkok , walaw uang kami yg menguap , ha3 ga terpikir , di otak kami hanya ada satu nama , hanya dia , dan kami kembali tersenyum .
Sejenak kami pikir anda membayangkan bawasan'a kami ini gila , terserah , yg kami tau ," takkan kaw rasakan cinta bila engkaw belum pernah kehilangan ."
I don't care , berapa jauh jarak tertempuh , berapa banyak waktu yg kian terbuang , atau berapa rupiah pun kala kami harus mendana , ini masalah hati kawan , dan kami rasa ga ada kompromi , kami ga butuh idealogi , kami hanya menjalani smua yg ada .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar