Mungkin sebatang asap ga akan pernah mampu untuk bicara , mungkin malam-malam yg kami tanya pun ga akan mampu untuk menjawab . " kursi kosong itu nampak sunyi , serak suaramu melengking memecah , dan api di atas kaleng yg kaw isi minyak itu pun mengambang , pancarkan cahaya jingga yg kemerahan di ruang yg begitu gelap " . begitu pun kami yg perlahan masuk menuju kepengapan itu , yg terlihat hanya belulang kematian , perbedaan karakter serta pertautan , ini sebuah dilema yg kian mengadat , kami rasa seribu bahasan pun ga akan berguna .
Sebuah mental set yg di persalahkan , karna bertuju pada 75% dunia dan hanya 25% obsesi . disiplin ( menghargai kehidupan yg singkat ) , berkonsekuensi ( diri sendiri / introfeksi dan mimpi sebagai misi hidup ) , terbuka ( sesuatu yg update ) , semangat ( melangkah dengan etika ) dan komitmen ( kami adalah kami ) .
Semua yg mengalir saling bertemu dan bertabrakan disini , membentur dan memanaskan kepala yg telah terpapas ini , kami terus menahannya erat , mencoba menelan takkan termuntahkan , karna rasa ini begitu mahal kawan , mungkin ga semua orang mampu merasakan .
Hari itu kami telah memilih , sesuatu yg bodoh , di saat kami merasa menjadi orang paling gila yg pernah ada . " bukankah hidup tuh mudah , hanya membuat sebuah pilihan dan engkaw ga perlu memilih takdir yg ga kaw harafkan " .
Klimaks on critis fhase
Tidak ada komentar:
Posting Komentar