" Sepertinya kami hidup di mata kami , telinga kami . lidah kami , hidung kami dan kulit kami "
Menyedihkan memang , saat sebuah ruang yg tengah kaw bangun hanya berisikan suara2 yg ga kaw mwngerti , ga kaw paham jua kiasannya , terlebih makna dari itu semua semakin larut . . .
Malam yg berlalu , langit utara , dan kemudian kaw tapaki hari2 d usia mu tanpa batas dan batasan , , , putaran jam yg terabaikan , serta nuansa gelap yg ga lagi mampu kaw tertawakan . . .
" Persetan buat 2 bintang jatuh yg kami saksikan beberapa waktu yg lalu "
Mimpi mu kosong , keinginanmu galau , tanpa pemberontak hadir mejadi kawan terbaik di sudut gelisah . . .
kami berharap pulang kami adl pulang , sehilir redam yg memksakan , sehingga kami mampu pertahan kan segala seni atas kesunyian hati . . .
Mata ini ga terpejam , terang itu meredup , tanpa indah yg mungkin kaw tatap , tanpa hangat yg mungkin menggembirakan , dan tanpa asa yg ga sedang tergenggam . . .
" Dan pulang kami tetaplah pulang , ga sperti datang yg seolah penuh kesenangan "
Sesaat satu ucap pun datang , bawasannya di dunia ini ga ada satu hal pun yg abadi , termasuk cinta yg akan lekang , yg akan terganggu oleh waktu , yg akan terombang ambing oleh serpih sembilu , dan mungkin berakhir bersama kematian ,,, itu semua krna kita hanyalah manusia biasa , dan kami akan terus mencoba mendewasakan , seyakin kami jika hal yg memang ga bisa abadi ini ga pernah terhapus , terus dan selalu di ada kan , seterang fajar di pagi yg terkadang penuh kekosongan . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar