Puisi
tanpa identitas
Hari
hari yg tidak pernah ku ingini
Sebuah
pola terajut
Atas
benang2nya takdir, yg tiba tiba hadir
Bukan
ilalang
Karena
pedihnya menyayat bukan hanya pada kaki
Tetapi
juga perasaan
Diantara
hati , di seberang pemikiran
Dan
puisi puisi itu tidak memberiku harga
Mungkin
sepeser senyuman
Tidak
akan
Tidak
pernah
Bahkan
terkesan mustahil bagiku untuk
Ini
bimbang ceritanya sang mahluk
Tentang
setapak jalan baik penebus dosa
Atas
masa lalu
Atas
kemarin yg semakin larut dia tinggalkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar