Total Tayangan Halaman

Kamis, 12 Mei 2011

Balada sang pencaci jiwa

 " Tawa dan tangis itu datang dari satu sumber yg sama namun berbeda " , it's me and I just wanna be my self .

Aku ga bermaksud menyudutkan tanda tanya dalam setiap karya2ku yg murahan , terkadang aku butuh tamparmu agarku bangun dari mimpiku . Aku cuma seseorg yg sedang mencari tau , siapakah gerangan dia , sesosok tubuh lemah yg ada dalam cermin dihadapanku .

Membangun sebuah nuansa fiktip dari kekosongan ini , mungkin kelak aku akan menjadi raja atas negri yg penuh dengan abu pembakaran kamusku . Pertautan ilmu dan iman , antara contoh dan kenyataan , antara ramalan dan pertanyaan , antara kesombongan dan penyesalan , serta di antara berani karena ketakutan .

Ini memang kebodohanku , ketika aku memilih untuk diam , dan sejuta inspirasi yg hadir hanyalah lukisan , inspirasi bukanlah jawaban , inspirasi hanyalah ladang dimana setan menuaikan bibit patamorgana yg seolah2 penuh keindahan . Dan semuanya kosong , kaw berjalan di kakimu , menelusuri rute langkahmu sendiri , bukan orang lain , yg ga akan pernah kaw menjadi dia .

" Menulis dan membayangkan , bawasannya kita lah pemenang.tanpa bisa mendasari , apa alasan dari semua pertanyaan.dan ketika semua loyalitas kita terabaikan oleh sebentuk kekuasaan , impian dan harapan seakan hanyut dalam teduhnya kesibukan . kehidupan selalu bersanding dengan kemunafikan , iblis , dan kepalsuaan.bahasa yg tak lepas dari utopis kenyataan ".
Seperti pohon yg tumbuh di tepi mata air yg tenteram , berakar tangguh , bercabang cabang , berbuah sesuai dengan musimnya , dan berdaun teduh , seteduh saat kaw sembunyi dari teriknya sengat sang matahari .
Bukan seperti teratai di atas danaw yg luas , yg terombang ambing tanpa arah untuk melangkah .

Dua tahun yg singkat , terlebih 20th yg telah kutinggalkan , kelak aku bertanya , adakah cerita yg akan ku semai penuh tawa nan bahagia . dan aku pun di hadapkan pada pencarian , sebuah alasan yg terkadang mereka debatkan , bukankah kita telah dilahirkan dan kelak akan dimatikan .

Entah , tanyaku belum terjawab , definisi tepat awal dari semua cerita , penyimpangan yg ga melampirkan bukti2 keaslian . Dan , ketika separuh ragaku ini menjadi milik syetan , aku mulai paham begitu cerdasnya mereka membutakan , menulikan dan mmbodohi para penghuni2 zaman , dengan segala akal cerdiknya .

Balada sang pencaci jiwa

Tidak ada komentar: