" patutkah aku bersombong diri dengan setetes air di ujung jemari ini , padahal yg ku kenal engkaw lah yg mengatas namai segala samudra di muka bumi ini ".Masih sudikah engkaw sang pemilik kerajaan langit yg menjulang , memberi ku lagi anugrah yg begitu indah bahkan mungkin teramat megah , seperti halnya kemarin saat setiap jawab yg ku terima ku anggap sebagai keberuntungan semata .
Aku terlalu kotor , bahkan jasad ini , aliran darah ini , tulang belulang ini , sehelai nafas ini , serta setitik akal pikiran di ubun kepala ini merasakan malu padamu , terlebih hina dihadapmu .
Berikan aku ketenangan hati , bila aku harus berpisah nanti , seorg insan yg biasa ini hanya ingin selalu lebih baik dan menikmati , lagi dan lagi , pejamkan segala kekonyolan ini , hidup normal dengan kekuatan dan rasa percaya diri , segenap do'a yg terucap semoga membuatku lebih mengerti ." Segalanya ironi kala aku bebas dari rahim ibu yg suci .."
Mendekati surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar