" Mungkin ini gila , disaat yg lain bersaing mendapatkan tongkat , kami malah bermimpi mempunyai sayap ."
Hai malam , lama sudah sepertinya kita ga bercengkerama , kami haraf usai sudah pengejaran matahari di hari ini . kami pikir seorang konsultan psikolog terpaling pun ga akan mampu membaca , apa yg sekiranya kami pikirkan belakangan ini .
Hidup dan kehidupan , kami merasakannya begitu cepat , tahun demi tahun , hingga kami sampai di halte bertahun hari ini , semakin cepat , dan semua ga mungkin kami hentikan .
" Hmmp , Dunia adalah sandiwara , dunia hanyalah komedi bagi mereka yg melakukannya , dan tragedi untuk mereka yg merasakannya ."
Jenius ? mimpi ! Kami butuh 99% keringat dan hanya 1% inspirasi untuk itu , sebuah kata yg mahal memang , mungkin suatu saat kami janji akan membelinya . Angan Kami masih sebuah keruntungan , dimana kami siap dan datanglah kesempatan terbaik .
Dan semua kawan seraya tertawa , mendengar pembicaraan kami yg semakin ngelantur . ga apalah , karena kami ga kuasa menghentikannya lagi , berharaf tahun yg akan datang kami punya cerita indah , dimana kami tetaplah kami yg gila , namun berbeda buku yg akan di baca .
Mereka menembus kulit kami , mengalir di sekujur pembuluh darah kami , bersarang di jantung kami , ga mematikan , Tapi membuat kami semakin seperti ini .
Ini bukan catatan percintaan yg terkadang sekian insan iseng mengetiknya , catatan yg memperbincangkan tema yg hanya berputar putar , catatan yg dramatis seolah namun seperti itulah mereka mengekspresikan harinya , begitu pun dengan kami yg sudah sedkit gila belakangan ini .
Terbit terbenam , mentari datang dan pergi begitu saja . lepas , kami ga berhitung hari juga tanggal untuk menanti . Bebas , kami hanya mengatur diri sendri , dengan semua hal yg mungkin terjadi , bahkan kelaparan .
Sayup wajah kami yg dingin , mengejar para bualan , yg menjarak begitu terasa jauhnya , dan kami pun berharaf hanya . Ini bukan cerita bawah tanah , cacing2 yg lapar , dimana perbudakan bertabur nepotisme berkeliaran , beradu stamina sudahi waktu lalu pulang lelap tersambut .
Terbit terbenam , mentari datang dan pergi begitu saja . lepas , kami ga berhitung hari juga tanggal untuk menanti . Bebas , kami hanya mengatur diri sendri , dengan semua hal yg mungkin terjadi , bahkan kelaparan .
Sayup wajah kami yg dingin , mengejar para bualan , yg menjarak begitu terasa jauhnya , dan kami pun berharaf hanya . Ini bukan cerita bawah tanah , cacing2 yg lapar , dimana perbudakan bertabur nepotisme berkeliaran , beradu stamina sudahi waktu lalu pulang lelap tersambut .
Hai malam !
03'12'10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar