Dan kegelisahan ini ga semestinya ada di sudut2 kamarku , menghalangi udara segar hilir mudik di fentilasi ruangan ini , egomaniak yg membuat ku semakin muak , muak , dan muaaak .Secangkir kopi mungkin begitu bijak menemaniku di pagi yg berawan kini . Dan seiring do'a yg ku semaikan , kelak aku inginkan senyum terindah esok . " Bukan jamur beracun , bukan jua peluru tajam yg akan membunuh sebentang cakrawala di malam2 kita , Namun disaat sebuah kisah terlupa , karena seorang kawan akan pergi tanpa air mata ".
Observasi ku berujung buntu , dan semua pertanyaan2 itu mereka kembalikan . Hanya aku , sebatang asap pun menjadi sahabat , masih bertahan , menanti rahasia esok yg tersmbunyi begitu dalam .
Omong besarku yg telah Ia nyatakan perlahan , memaksaku membaca , bawasan'a aku bukan sang penghendak , aku hanya aku yg sedang termangu di sebuah halte , brandal malam yg masih ragu akan tempat yg hendak dituju .
Semoga , semoga , dan semoga ( apakah masih pantas ku berdo'a ? ) , berharaf pagi segera datang , memberiku sebuah jalan terang atas kekosongan malam .
Lembayung hitam dilangit yg menyedihkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar