Kami duduk di sebuah teras leseh di depan ruangan kantin , yg lantainya kerap berdebu dan bertapak di celana jika kami ga pandai-pandai mengakalinya . ga sendiri , beberapa teman dan segelas kopi hitam membuat saat-saat seperti ini seolah terkonsep .
Selalu ada cerita , mulai dari yg privasi personil , imajinasi piktif , news , deskripsi , argumentasi , atau malah cuma sekedar lelucon yg berbunyi " seandainya menu cuci mulut yg tersedia di patras kita tiap hari adalah buah durian , bisa cepet kelar deh kantin ini , ha3 ".
Dan kemudian semua terus berjalan , kadang terlintas dalam benak untuk bisa selalu seperti ini . berkumpul menjamaahkan asap dari beberapa merk rokok yg terhisap , tertawa dan bertindak semaunya . ironi memang , karna dalam perjalanan ini semua ga akan pernah selamanya , selalu ada akhir jika engkaw memang memulai .
Ga secontoh narasi diatas juga memang , ada juga saat-saat yg menyebalkan , teramat menyebalkan tetapi itu ga ingin kaw lupakan . ga perlu bingung , yg kaw perlu lakukan hanyalah bersyukur , karena kami disini turut merasakannya . sebuah keinginan untuk menikmati setiap keadaan .
Hidup menuju akhir , kita disini sementara , ga untuk selamanya . ga ada alasan pula untuk menangis ,seperti layaknya orang yg hendak membuka usaha , hal yg utama yaitu modal . kita dihidupkan hari ini sebenarnya ya untuk mewujudkan modal tersebut . lakukan hal terbaik untuk sebuah modal yg kokoh sebagai bekal di keabadian kelak .
" Life is the void , every moment is precious , the road goes to end , there is no reasons for cryin ."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar